Umum

Peduli Korban Gempa NTT, SPS Corporate Tembus Wilayah Terisolasi Salurkan Bantuan Kemanusiaan

272
×

Peduli Korban Gempa NTT, SPS Corporate Tembus Wilayah Terisolasi Salurkan Bantuan Kemanusiaan

Sebarkan artikel ini

INVESTORBISNIS.COM – Tiga puluh hari pascagempa bumi melanda Nusa Tenggara Timur (NTT), retakan di tanah dan dinding rumah warga masih membekas jelas. Meski demikian, titik terang pemulihan perlahan mulai dirasakan masyarakat terdampak, salah satunya di Desa Wae Bangka, Kabupaten Manggarai Barat.

Desa Wae Bangka dikenal sebagai hulu atau pusat mata air utama yang mengaliri beberapa desa di sekitarnya. Namun, bencana gempa sempat melumpuhkan sistem distribusi air bersih di wilayah tersebut.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

“Saat gempa menghantam, jaringan pipa pecah dan sumber air tercemar lumpur. Kami sempat kebingungan harus memenuhi kebutuhan air bersih dari mana,” ujar Tarsy Sejati, Kepala Desa Wae Bangka.

Kondisi tersebut berubah setelah bantuan unit pompa air berkekuatan tinggi beserta sistem filter masif disalurkan oleh SPS Corporate.

“Satu bulan pascabantuan disalurkan, aliran air bersih itu kembali hadir. Bahkan airnya jauh lebih bersih dibanding sebelum bencana. Air bersih adalah napas kami, dan napas itu kini telah kembali,” tegas Tarsy.

Aksi Kemanusiaan Nonstop Menembus Medan Terisolasi
Kehadiran air bersih di Wae Bangka merupakan bagian dari aksi kemanusiaan maraton yang digelar oleh tim Corporate Social Responsibility (CSR) SPS Corporate. Selama hampir tujuh hari nonstop, tim bergerak menyisir berbagai titik terdampak yang tersebar di Manggarai Barat, Manggarai Tengah, hingga Manggarai Timur.

Perjalanan distribusi bantuan tidaklah mudah. Tim harus menembus jalur curam berjurang, cuaca ekstrem, hingga akses jalan utama yang putus akibat material longsor demi menjangkau daerah terisolasi.

Adapun wilayah yang menjadi fokus penanganan bantuan meliputi:

Manggarai & Sekitarnya: Elar, Lamba Leda, Wae Bangka, Lembor, Lengko Ajang, Ulu Wae, Ruteng, Rende Nao, Colol, Lelak, Wejang Mali, Wanggar Weli, dan Ngkiong Doro.

READ  Terminal Teluk Lamong Makin Dilirik Global Shipping Line, Arus Internasional Naik 91 Persen

Bantuan yang diserahkan tidak hanya berfokus pada bahan pangan (sembako), tetapi juga logistik penunjang seperti ratusan selimut hangat, karpet tebal alas tidur, perlengkapan sanitasi, hingga tenda-tenda darurat tebal untuk bernaung.

Perlindungan bagi Pengungsi di Tengah Musim Hujan
Bantuan tenda darurat menjadi kebutuhan yang sangat krusial mengingat mayoritas rumah warga mengalami kerusakan struktur parah dan rawan roboh, terutama saat memasuki musim hujan.

Suasana haru menyelimuti penyaluran di beberapa titik pengungsian. Maria (43), salah satu warga pengungsi, tak mampu menahan air mata saat menerima paket bantuan penunjang tidur dan tenda.

“Setiap malam kami cemas tidur di dalam rumah karena temboknya sudah miring. Apalagi udara malam di atas bukit ini dingin sekali dan hujan mulai sering turun. Bantuan tenda tebal, karpet alas, dan selimut ini sangat berarti bagi kami. Akhirnya anak-anak bisa tidur dengan hangat dan tenang tanpa takut tertimpa tembok,” tutur Maria.

Komitmen Dampingi Pemulihan Manggarai
Perwakilan SPS Corporate, Fernando Anggrek, menegaskan bahwa kehadiran perusahaan di tengah bencana ini bertujuan untuk memberikan dukungan fisik sekaligus moral agar warga tidak merasa berjuang sendirian.

“Pemulihan pascabencana memang membutuhkan proses dan waktu. Namun di masa-masa tersulit ini, fokus utama kami adalah memastikan kebutuhan paling mendasar seperti air bersih, bahan pangan, serta tempat bernaung yang aman dapat segera terpenuhi,” jelas Fernando.

Ia juga menambahkan komitmen penuh SPS Corporate untuk terus mendukung proses pemulihan masyarakat Manggarai hingga kondisi sosial dan ekonomi kembali normal.

“Melihat air bersih kembali mengalir jernih di Wae Bangka serta menyaksikan keluarga-keluarga dapat beristirahat dengan aman di bawah tenda adalah alasan utama kami berada di sini. SPS Corporate berkomitmen untuk terus berdiri mendampingi masyarakat Manggarai hingga denyut kehidupan dan harapan di tanah NTT benar-benar pulih kembali,” pungkasnya. (BLD)