Umum

Dua Hari Bogasari Mengajar di SMK Muhammadiyah 4 Boyolali, Belajar Teori Lanjut Praktik

358
×

Dua Hari Bogasari Mengajar di SMK Muhammadiyah 4 Boyolali, Belajar Teori Lanjut Praktik

Sebarkan artikel ini
FOKUS: Puluhan siswa dan guru SMK Muhammadiyah 4 Boyolali, Jawa Tengah, belajar teori dan praktik bersama Bogasari Baking Center (BBC) Semarang. (IST)

INVESTORBISNIS.COM – Setelah tiga kali melakukan kunjungan akademik ke pabrik Bogasari di Jakarta Utara, akhirnya kerinduan SMK Muhammadiyah 4 Boyolali, Jawa Tengah, terjawab.

Selama dua hari, baker dari Bogasari Baking Center (BBC) Semarang, Imam Nurmansyah melatih para siswa dan guru jurusan kuliner kelas XI membuat empat materi produk makanan berbahan terigu.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Tidak hanya melatih secara praktik langsung, tapi para siswa dan guru juga dibekali pendalaman teori ilmiah seputar pengolahan gandum dan terigu.

Pelatihan teori dan praktik berlangsung selama dua hari, Senin dan Selasa (2-3) November 2026 di SMK Muhammadiyah 4 Boyolali ini merupakan program Corporate Social Responsibility (CSR) Pendidikan Bogasari Mengajar yang sudah berjalan lebih dari seperempat abad.

Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 4 Boyolali, Suprap menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada karena akhirnya merasakan pelatihan Bogasari Mengajar secara langsung.

Sebelumnya sejak 2023 SMK Muhammadiyah 4 Boyolali jurusan kuliner rutin tiap tahun berkunjung ke PT Indofood Sukses Makmur Tbk Divisi Bogasari Flour Mills pabrik yang di Jakarta.

“Dan kami SMK Muhammadiyah 4 menjadi sekolah pertama di wilayah Jawa Tengah yang mendapatkan kesempatan berharga dari industri tepung terigu yang pertama dan terbesar di Indonesia ini. Bahkan merupakan industri terigu nasional pertama yang berbagi ilmu kepada kami. Pastinya ilmu sangat berharga bagi siswa dan guru kuliner serta wajib diajarkan kepada para siswa lainnya,” kata Suprap saat pembukaan Bogasari Mengajar, Senin (2/11/2026).

Di tempat yang sama, Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Industri, Shirot Amin berharap Bogasari Mengajar tidak hanya melalui pelatihan guru tamu ke sekolah, tapi juga membuka program magang siswa dan guru yang selama ini sudah dijalankan. Baik di Bogasari, maupun langung di UKM mitra Bogasari. Apalagi, setahun sekali guru diwajibkan magang di industri.

READ  Bupati Lamongan Targetkan Swasembada Pangan Lewat Musim Tanam III di Sukodadi

Shirot juga berharap Bogasari Mengajar ke depan dapat membantu secara keilmuan untuk pengembangan produksi kue kering yang sudah dua tahun terakhir di produksi SMK Muhammadiyah Boyolali.

“Produksi kue kering saat Ramadan dua tahun terakhir ini melibatkan ratusan siswa kelas X sampai XII, Karena melalui produksi ini, para siswa tidak hanya belajar pengolahan, tapi juga ilmu pemasaran karena wajib ikut melakukan penjualan. Siswa dapat insentif melalui sesuai jumlah produksi dan penjualan. Semoga melalui program guru magang di Bogasari, ilmu dan produk sekolah kami juga makin berkembang,” kata Shirot.

Sebelum mengikuti kelas praktik Bogasari Mengajar selama dua hari, para siswa diberikan pemahaman tapi juga paparan ilmiah tentang bahan baku gandum hingga proses penggilingannya menjadi tepung terigu serta teori aplikasi dalam beragam produk.

Hari pertama Bogasari Mengajar diikuti 34 siswa kelas XI dan 16 siswa kelas X, serta tiga guru kuliner.

Adapun empat resep yang diajarkan oleh Imam baker dari BBC adalah Choux Paste, Swiss Roll, Pisang Bolen Bandung, dan Soft Cookies Monster.

Dari pengakuaan siswa peserta Bogasari Mengajar, mereka tidak hanya mendapatkan ilmu resep yang baru tapi juga banyak tips dan trik yang belum pernah didapatkan selama ini.

Para siswa juga sangat senang karena di akhir kelas Bogasari Mengajar ada evaluasi berupa tanya jawab dengan hadiah menarik.

Tujuannya untuk memastikan dan mendorong para siswa tekun dan konsentrasi mengikuti kelas Bogasari Mengajar selama dua hari.

“Betul sekali. Cara pengajarannya menarik dan mudah sekali dipahami. Apalagi diajarkan teknik pound cake, sponge cake, dan chiffone cake. Pokoknya senang sekali dapat pengajaran dari Bogasari dan seru serta menyenangkan,“ ucap Askia Qiraina Setyani Putri, kelas XI Kuliner SMK Muhammadiyah 4 Boyolali.

READ  Pemkab Agam Terima Rp28,3 Miliar untuk Pemulihan Lahan Pertanian Pascabencana

Manajer Pemasaran Bogasari wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta, Edward Sopaheluwakan berharap semoga melalui dukungan Bogasari Mengajar ini, para siswa tidak hanya tertarik menjadi pekerja tapi juga siap untuk pelaku usaha selepas lulus nanti.

“Kalaupun mereka lulus SMK mau melanjutkan kuliah, tapi setidaknya lebih siap dan lebih yakin dalam melanjutkan jurusan tata boga di bangku mahasiswa. Bogasari berkomitmen tidak hanya tumbuh dalam industri makanan, tapi juga tumbuh bersama dengan dunia pendidikan,” ucap pria yang akrab disapa Edo ini.

Lebih jauh Edo menambahkan, Bogasari sedang berupaya meningkatkan edukasi kepada masyarakat di Jawa Tengah dalam upaya mendorong pertumbuhan usaha para UKM makanan berbasis terigu, dengan mengaktifkan kembali unit pelatihan Bogasari Baking Center (BBC) Semarang yang sempat berhenti karena dampak dari wabah virus Covid-19 lalu.

Kelas pelatihan BBC Semarang yang kembali dibuka sejak 9 September 2026 lalu memiliki kapasitas pelatihan sampai 20 orang.

“Kelas pelatihan ini terbuka untuk umum, tidak hanya UKM, ibu-ibu, tapi juga para siswa SD sampai SMA/SMK. Bahkan untuk kalangan mahasiswa yang ingin memperdalam ilmu, karena para baker Bogasari sudah mengajar lebih dari 20 tahun dan melahirkan alumnus yang sukses membuka usaha maupun meningkatkan usahanya,” ucap Edo. (NSZ)