Keuangan

Kemenkeu dan BI Komitmen Perkuat Sinergi Fiskal dan Moneter

245
×

Kemenkeu dan BI Komitmen Perkuat Sinergi Fiskal dan Moneter

Sebarkan artikel ini
SEPAKAT: Gubernur BI Indonesia Destry Damayanti bersama Menteri Keuangan Suahasil Nazara di sela rapat koordinasi antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia, Kamis (24/9/2026). (IST)

INVESTORBISNIS.COM – Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter guna menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Komitmen disampaikan pada rapat koordinasi antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia, Kamis (24/9/2026) di Bank Indonesia, Jakarta.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Rapat dihadiri oleh Menteri Keuangan, Wakil Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia dan anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia.

Gubernur bank Indonesia, Destry Damayanti mengatakan, sinergi kebijakan fiskal dan moneter akan terus diperkuat guna meningkatkan ketahanan ekonomi di tengah tantangan ketidakpastian global yang masih tinggi.

“Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia sepakat untuk memperkuat kebijakan fiskal dan moneter sesuai mandatnya,” kata Destry dalam keterangan resminya dikutip Jumat (25/9/2026).

Ia menjelaskan, defisit APBN 2026 diarahkan tetap terkendali di bawah 3,0 persen PDB melalui penguatan sisi penerimaan dan penajaman sisi belanja.

Dari pembiayaan, penerbitan SBN dilakukan dengan menerapkan prinsip kehati-hatian serta manajemen risiko utang yang kuat sehingga dapat menjaga struktur utang pemerintah tetap sehat, aman dan berkesinambungan.

“Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan moneter melalui optimalisasi berbagai instrumen moneter sehingga dapat menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, guna mendukung pencapaian sasaran inflasi 2,5±1 persen pada 2026-2027, dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” paparnya.

Destry menambahkan, koordinasi kebijakan Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia ditempuh melalui lima pilar sinergi kebijakan.

Pertama, sinergi dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi melalui optimalisasi instrumen kebijakan fiskal dan moneter.

Kedua, sinergi dalam memperkuat ketahanan sektor eksternal di tengah gejolak global, baik dari sisi perdagangan internasional maupun aliran modal asing.

Ketiga, sinergi dalam mengelola kecukupan likuiditas di pasar uang, perbankan dan perekonomian.

READ  Kinerja Fiskal Jatim Membaik, LPS Fokus Amankan Stabilitas Sistem Keuangan

Keempat, koordinasi kebijakan dalam pengendalian inflasi yang dilakukan melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat/Daerah (TPIP/TPID) dalam implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS).

Kelima, koordinasi dalam upaya pendalaman pasar keuangan untuk mendukung transmisi kebijakan dan memperluas sumber pembiayaan ekonomi. (JVB)