INVESTORBISNIS.COM – Bulog terus memperkuat langkah stabilisasi harga beras dengan menggelontorkan pasokan secara langsung ke pasar rakyat dan jaringan ritel.
Bulog menyebut telah berkoordinasi dengan jaringan ritel modern di seluruh Indonesia untuk menggelontorkan 110 ribu ton beras dalam satu bulan ke depan.
Beras yang akan diguyur oleh perusahaan pelat merah ini terdiri atas 75 ribu ton beras premium dan 35 ribu ton beras medium.
Pasokan tersebut akan disalurkan secara bertahap melalui jaringan ritel modern maupun pasar-pasar yang menjadi titik pemantauan harga pangan.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan beras sekaligus menjaga harga di tingkat konsumen tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan, pihaknya akan terus memastikan masyarakat mendapatkan beras dengan harga yang terjangkau dan sesuai ketentuan pemerintah.
“Bulog hadir langsung di pasar dan ritel. Kami gelontorkan beras agar pasokan tersedia dan harga tetap terjaga sesuai HET. Jadi bukan hanya melihat, tetapi kami langsung melakukan intervensi dengan menambah pasokan,” ujar Ahmad Rizal dikutip Minggu (6/9/2026).
Ia menjelaskan, saat ini, Bulog menguasai stok beras sebanyak sekitar 4,9 juta ton.
Kekuatan stok tersebut menjadi modal penting bagi Bulog untuk terus memperkuat pasokan ke berbagai wilayah, termasuk melalui pasar rakyat dan jaringan ritel, sekaligus melakukan intervensi ketika dibutuhkan untuk menjaga stabilitas harga beras.
Menurutnya, penguatan pasokan menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga stabilitas harga.
Dengan ketersediaan beras yang cukup di berbagai saluran distribusi, diharapkan tidak terjadi kelangkaan yang dapat mendorong kenaikan harga di tingkat konsumen.
Bulog juga terus memperluas distribusi beras melalui pasar rakyat, ritel modern, serta berbagai saluran penyaluran lainnya.
Langkah tersebut dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan beras dapat lebih mudah dijangkau masyarakat.
“Prinsipnya sederhana, beras harus tersedia dan harganya terjangkau. Ketika pasokan di pasar membutuhkan tambahan, Bulog siap menggelontorkan beras. Kami ingin masyarakat mendapatkan kepastian harga sesuai HET,” tegasnya.
Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Bulog dalam menjalankan perannya sebagai stabilisator pangan.
Dengan dukungan stok yang kuat dan distribusi yang terus diperkuat, Bulog siap melakukan intervensi secara cepat ketika dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan pasokan dan harga beras.
“Bulog memastikan koordinasi dengan pemerintah daerah, pedagang, pengelola pasar, dan jaringan ritel akan terus dilakukan agar distribusi berjalan lancar dan pasokan beras tersedia secara merata di berbagai wilayah,” pungkasnya. (HTD)













