Bisnis

SHS Siapkan 3.200 Hektare Lahan Sukamandi untuk Perbenihan

300
×

SHS Siapkan 3.200 Hektare Lahan Sukamandi untuk Perbenihan

Sebarkan artikel ini
SUBUR: Lahan milik PT Sang Hyang Seri (Persero) untuk membantu mewujudkan kemandirian pangan. (IST)

INVESTORBISNIS.COM – Kemandirian pangan Indonesia dimulai dari sesuatu yang sederhana, yaitu benih.

Benih menjadi titik awal produksi pangan dan menentukan kemampuan petani menghasilkan tanaman yang produktif, adaptif, dan sesuai dengan kondisi Indonesia.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PT Sang Hyang Seri (Persero), Adhi Cahyono Nugroho, dalam Webinar Nasional “Penguatan Mandiri Benih dari Perspektif Pengusaha Benih” yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia.

“Benih adalah fondasi kedaulatan pangan. Kalau kita ingin membangun kemandirian pangan, maka kita harus terlebih dahulu memastikan kemandirian benih nasional,” ujar Adhi dikutip Selasa (25/8/2026).

Menurutnya, tantangan pertanian ke depan tidak cukup dijawab hanya dengan pupuk atau mekanisasi.

Tingkat penguasaan yang semakin menentukan masa depan pertanian adalah genetika.

Dengan menguasai genetika, Indonesia dapat mengembangkan varietas yang lebih sesuai dengan iklim, lingkungan, dan kebutuhan pangan nasional.

Indonesia memiliki modal besar untuk itu. Sebagai negara tropis dengan biodiversitas yang tinggi dan pasar domestik yang besar, Indonesia memiliki keunggulan komparatif yang dapat diubah menjadi keunggulan kompetitif.

Bukan hanya menjadi pengguna varietas dan teknologi dari luar, Indonesia memiliki peluang untuk menjadi kekuatan dalam pengembangan genetika tropis.

Sejalan dengan hal tersebut, PT Sang Hyang Seri tengah mempersiapkan transformasi dari Seed Company menjadi Tropical Genetics Company.

Transformasi ini tidak berhenti pada riset, tetapi diarahkan agar hasil pengembangan genetika dapat menjadi produk yang dikomersialkan dan memberikan manfaat bagi petani, industri, dan masyarakat.

“Kita tidak hanya bicara soal riset. Kita bicara bagaimana genetika menjadi sesuatu yang bisa dikomersialkan dan memberikan manfaat nyata. SHS siap menjadi motor penggerak inisiatif genetika nasional,” kata Adhi.

READ  Khawatir Kualitas Menurun, Pengguna di Kediri Tinggalkan Pertalite

SHS memiliki fondasi untuk menjalankan peran tersebut, dengan 42 Unit Pengelolaan Benih (UPB) dan sekitar 3.200 hektare lahan Sukamandi yang didedikasikan untuk perbenihan.

Di samping itu, SHS tetap menjalankan fungsi strategis dalam mendukung Cadangan Benih Nasional.

Bagi SHS, penguatan genetika pada akhirnya bukan sekadar agenda bisnis. Ini adalah bagian dari upaya memastikan petani memiliki benih yang lebih baik, masyarakat memiliki pangan yang berkelanjutan, dan Indonesia memiliki daya tawar yang lebih kuat dalam menentukan masa depan pangannya sendiri.

Melalui transformasi menuju Tropical Genetics Company, SHS siap mengambil peran dalam mengubah kekayaan tropis Indonesia menjadi kekuatan genetika dan inovasi untuk masa depan pangan nasional. (YZF)