Bisnis

Survei BI Sebut Penjualan Eceran Diprakirakan Meningkat pada Juli 2026

221
×

Survei BI Sebut Penjualan Eceran Diprakirakan Meningkat pada Juli 2026

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI: Survei BI sebut peningkatan penjualan di bulan Juli 2026 didorong oleh kenaikan penjualan pada Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau. (IST)

INVESTORBISNIS.COM – Data Bank Indonesia (BI) menyebutkan penjualan eceran pada Juli 2026 secara tahunan diprakirakan meningkat.

Indeks Penjualan Riil (IPR) Juli 2026 diprakirakan tumbuh sebesar 0,9 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sehingga mencapai level 224,4.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso mengatakan, peningkatan penjualan tersebut didorong oleh kenaikan penjualan pada Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau.

“Disertai pertumbuhan positif pada Kelompok Suku Cadang dan Aksesori serta Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya,” kata Denny dalam keterangan resminya, Selasa (11/8/2026).

Sementara, penjualan eceran secara bulanan pada Juli 2026 diprakirakan menurun sebesar 0,3 persen (mtm).

Penurunan dipengaruhi oleh normalisasi permintaan pasca periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan libur sekolah.

“Meski demikian, kinerja penjualan pada Juli 2026 tersebut lebih baik dibandingkan Juli 2025 yang turun 4,1 persen (mtm),” sambungnya.

Pada Juni 2026, lanjut Denny, IPR tercatat sebesar 225,0. Kinerja tersebut ditopang oleh tetap tumbuhnya penjualan secara tahunan pada Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya, dan Barang Lainnya.

Secara bulanan, penjualan eceran pada Juni 2026 tercatat tumbuh sebesar 0,7 persen (mtm), lebih baik dibandingkan dengan realisasi pada bulan sebelumnya yang tercatat turun sebesar 1,5 persen (mtm).

“Perkembangan tersebut sejalan dengan terjaganya permintaan selama periode HBKN dan libur sekolah,” ujarnya.

Dari sisi harga, tekanan inflasi pada September 2026 diprakirakan menurun, sementara pada Desember 2026, diprakirakan meningkat.

Hal ini tecermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) September 2026 sebesar 155,2, lebih rendah dibandingkan dengan IEH pada Agustus 2026 sebesar 178,0.

“Sementara itu, IEH Desember 2026 diprakirakan sebesar 168,1, lebih tinggi dibandingkan dengan IEH November 2026 sebesar 167,5,” pungkas lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga (Unair). (XRU)

READ  Uang Primer Adjusted Juni 2026 Tumbuh 13,8 Persen jadi Rp 2.228 Triliun