Headline

Ulang Tahun ke-49, Pasar Modal Indonesia Sukses Serok Dana Rp 125 Triliun

275
×

Ulang Tahun ke-49, Pasar Modal Indonesia Sukses Serok Dana Rp 125 Triliun

Sebarkan artikel ini
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung. (IST)

INVESTORBISNIS.COM – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung terus mendorong percepatan pendalaman pasar keuangan nasional sebagai tumpuan utama pembiayaan pembangunan.

Dalam Peringatan HUT ke-49 Kebangkitan Pasar Modal Indonesia yang diselenggarakan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Juda menyebut total kebutuhan investasi Indonesia di APBN 2027 mencapai Rp 8.705 triliun.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Sementara itu, APBN hanya mampu menjangkau sekitar Rp 459 triliun, ditambah kontribusi BUMN termasuk Danantara sebesar Rp 330 triliun.

Sisanya, sebagian besar harus berasal dari sumber pembiayaan swasta, yaitu Rp 7.973 triliun atau sekitar 91 persen berasal dari pembiayaan swasta, baik itu perbankan maupun pembiayaan lain termasuk pasar modal.

“Nah, di sinilah pasar modal memegang peran strategis sebagai sumber pembiayaan swasta. Ia adalah jembatan yang menghubungkan kebutuhan pembiayaan korporasi dengan dana masyarakat. Ia adalah sumber pembiayaan yang efisien, transparan, dan berkeadilan,” tegas Juda Agung di Jakarta, Senin (10/8/2026).

Menurutnya, keberadaan pasar modal menjadi katalis pertumbuhan ekonomi nasional.

Oleh kerena itu, Juda mendorong terwujudnya pasar modal Indonesia yang dalam, liquid, dan terpercaya serta kredibel sehingga dapat berperan secara optimal dalam memfasilitasi investasi dan mendukung target-target pertumbuhan ekonomi yang tinggi.

Meski lebih dari Rp 125 triliun telah berhasil dihimpun selama semester I/2026, dengan jumlah investor pasar modal mencapai 28 juta investor, ia meminta para pelaku industri untuk tidak berpuas diri.

“Kita perlu terus memperluas basis investor, menambah keragaman instrumennya, meningkatkan likuiditas, serta memperkuat tata kelola pasar modal Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah menyambut baik agenda reformasi yang tengah dijalankan oleh OJK dan BI, mulai dari penguatan likuiditas, peningkatan transparansi, penguatan tata kelola, hingga pendalaman pasar yang tercakup dalam rencana aksi percepatan reformasi integritas pasar modal Indonesia.

READ  Teh Sariwangi Resmi Berpindah Tangan, Djarum Kucurkan Rp1,5 Triliun

Pada kesempatan yang sama, Juda Agung mengapresiasi peluncuran Exchange-Traded Fund (ETF) Emas hari ini sebagai salah satu langkah konkret perluasan ragam instrumen dan penguatan likuiditas pasar modal agar makin bersaing di tingkat regional maupun global.

Menurutnya, di pasar modal global, minat terhadap ETF berbasis emas meningkat.

Ia menyebut, pada tahun 2025 aset kelolaan ETF emas global mencapai USD 559 billion dengan kepemilikan emas mencapai 4.025 ton.

Juda menekankan bahwa karena ETF Emas memiliki underlying berupa fisik emas riil, maka kepercayaan investor terhadap aspek penyimpanan, valuasi, serta akuntabilitas transaksi menjadi sebuah harga mati.

“Inovasi membutuhkan integritas, dan integritas adalah fondasi dari kepercayaan (trust),” ucapnya.

Ia pun berharap peluncuran ETF Emas ini tidak hanya membesarkan ukuran pasar modal Indonesia, tetapi juga menjadikannya lebih dalam, inklusif, prudent, dan kredibel demi mendukung target pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

“Pasar yang dalam membutuhkan inovasi. Inovasi membutuhkan integritas. Integritas adalah fondasi dari kepercayaan. Mari kita bersama membangun dan menjaga kepercayaan tersebut,” pungkasnya. (EAS)