Headline

IHSG Dibuka Melemah, Bursa Asia Tergelincir ke Zona Merah

245
×

IHSG Dibuka Melemah, Bursa Asia Tergelincir ke Zona Merah

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI. (IST/IB)

INVESTORBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Kamis (24/9/2026), dibuka melemah.

Hingga pukul 09.58 WIB, indeks kehilangan 38,33 poin (0,60 persen) ke level 6.336,58 yang senada dengan pelemahan Bursa Asia pagi ini.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Nyaris semua indeks saham utama di Bursa Asia yang sudah buka pagi ini, tergelincir di zona merah.

Nasib yang sama juga dialami IHSG yang menyusul dibuka tertekan.

Deretan Bursa Saham Asia turut dibuka di zona merah, CSI 300 (China), Shenzhen Comp. (China), Hang Seng (Hong Kong), TW Weighted Index (Taiwan), Shanghai Composite (China), Straits Times (Singapura), PSEi (Filipina), dan KLCI (Malaysia), yang terpeleset di tren pelemahan pagi ini.

Sementara itu, hanya NIKKEI 225 (Jepang), dan Topix (Jepang), yang berhasil dibuka menguat pada perdagangan hari ini.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) usai lima menit berlangsung, volume perdagangan tercatat 2,08 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 766 miliar. Adapun frekuensi yang terjadi sebanyak 141.305 kali.

Sebanyak 320 saham tercatat melemah, dan 178 saham menguat. Sementara, 183 saham tidak bergerak.

Untuk perdagangan hari ini, Kamis (24/9/2026), BRI Danareksa Sekuritas menyebut, pasar sejatinya merespons positif keputusan Bank Indonesia yang mempertahankan BI Rate 5,75 persen untuk ketiga kalinya.

Namun memang foreign flow masih net sell pasar saham Rp 408 miliar, sehingga rebound belum sepenuhnya terkonfirmasi dari sisi aliran dana.

Dikuti dari Bloomberg, Sentimen pasar tertuju pada perkembangan geopolitik global, khususnya Presiden AS–Presiden China pada 23–25 September 2026 serta komunikasi AS–Iran di sela–sela UNGA.

Secara teknikal, kenaikan IHSG masih dikategorikan sebagai technical rebound karena ada pola memantul dari support penting 6.220–6.390, sementara MACD masih menunjukkan bearish momentum.

READ  BI Naikkan Suku Bunga, Industri Properti Diprediksi Makin Terbebani

“Investor perlu mencermati reaksi harga di area support tersebut; breakout 6.450 membuka ruang menuju 6.585 untuk menutup gap dan selanjutnya 6.705, sedangkan pelemahan kembali di bawah 6.220 berisiko membatalkan skenario rebound,” mengutip riset BRI Danareksa Sekuritas,

Saham-saham pilihan BRI Danareksa Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah HRTA, VKTR, dan PGEO.

Lebih lanjut, melansir Phintraco Sekuritas, sesuai prediksi, RDG Bank Indonesia masih mempertahankan BI Rate pada level 5,75 persen.

Untuk deposit facility rate dan lending facility rate masing-masing juga tetap di level 4,75 persen dan 6,5 persen.

Keputusan tersebut menggarisbawahi kekhawatiran Bank Sentral mengenai stabilitas nilai tukar rupiah, seiring dengan pergerakan rupiah yang cenderung stabil, sekaligus tetap menjaga inflasi dalam kisaran target serta mendukung pertumbuhan ekonomi.

Yang menjadi perhatian pasar pagi ini, sentimen negatif berasal dari harga minyak yang menyudahi tren penurunan selama lima hari seiring pasar mencermati sinyal diplomatik yang beragam antara AS dan Iran.

Investor juga akan memantau kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Washington yang dimulai pada hari Rabu, yang merupakan kunjungan kenegaraan pertamanya dalam kurun waktu lebih dari satu dekade.

Secara teknikal, IHSG masih bergerak di bawah MA5, dengan Stochastic RSI telah berada pada area oversold.

“Sehingga IHSG berpotensi bergerak level 6.300–6.400. Namun jika IHSG menembus level 6.300, diperkirakan akan kembali uji level 6.200-6.270,” tulis Phintraco.

Top picks atau saham pilihan riset Phintraco: saham ICBP, MDKA, DSSA, BBCA, dan BREN.

CGS International Sekuritas Indonesia menuturkan, turunnya mayoritas harga komoditas dan melemahnya Bursa Wall Street seiring kekhawatiran bahwa The Fed akan kembali menaikan suku bunga acuan pada pertemuan Oktober 2026 nanti diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar.

READ  IHSG Bergerak Fluktuatif, Analis Ingatkan Volatilitas Pasar Masih Tinggi

“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 6.300–6.225 dan resistance 6.450–6.525,” tulis riset CGS International.

Sementara itu keputusan BI untuk mempertahankan suku bunga acuan berpeluang masih menjadi sentimen positif untuk IHSG.

Dengan saham-saham pilihan CGS meliputi meliputi saham TINS, ANTM, EMAS, ARCI, PTBA, dan SMGR.

Panin menyematkan IHSG berpotensi melemah, disebabkan oleh kembali naiknya harga minyak, masih derasnya outflow dana asing, serta melemahnya sebagian besar komoditas di hari ini.

“Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan melemah,” mengutip Panin Sekuritas. Sedang, saham-saham pilihan Panin Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah INDF, BBNI, dan ANTM. (UOG)