HeadlineUmum

Bukan Cuma Soal Suhu, Ini Alasan Surabaya dan Bandung Masuk Daftar Kota Berisiko Panas Ekstrem

327
×

Bukan Cuma Soal Suhu, Ini Alasan Surabaya dan Bandung Masuk Daftar Kota Berisiko Panas Ekstrem

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi kondisi cuaca panas. Foto : Shutterstock

INVESTORBISNIS.COM – Dua kota besar di Indonesia, Surabaya dan Bandung, masuk dalam daftar 20 kota dengan risiko panas ekstrem (heat risk) tertinggi di dunia. Temuan mengejutkan ini terungkap dalam riset terbaru yang dirilis oleh University of Oxford, Inggris.

Dalam penelitian yang menganalisis 205 kota berpenduduk lebih dari satu juta jiwa di berbagai belahan dunia tersebut, Surabaya menempati peringkat ke-18 dengan skor risiko komposit 0,72. Sementara itu, Bandung berada tepat di bawahnya, yakni di posisi ke-19 dengan skor 0,71. Adapun peringkat pertama kota dengan risiko panas ekstrem tertinggi di dunia ditempati oleh Kota Al Basrah di Irak.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Berbeda dengan penilaian konvensional yang biasanya hanya berfokus pada visualisasi atau angka suhu udara, riset dari Oxford ini mengukur risiko panas ekstrem secara lebih komprehensif berdasarkan tiga indikator utama. Ketiganya meliputi tingkat paparan panas (hazard exposure), tingkat kerentanan penduduk (vulnerability), dan kemampuan kota dalam menghadapi dampaknya (coping capacity).

Dengan pendekatan tersebut, sebuah kota yang memiliki suhu udara tinggi belum tentu menjadi yang paling berisiko. Risiko dapat ditekan apabila kota tersebut didukung oleh infrastruktur yang memadai, ruang terbuka hijau yang cukup, akses masyarakat terhadap pendingin ruangan, serta layanan publik yang mampu melindungi warga saat gelombang panas terjadi.

Sebaliknya, kota dengan kapasitas adaptasi yang rendah dapat menghadapi ancaman kesehatan dan lingkungan yang jauh lebih besar, meskipun suhu udaranya tidak setinggi wilayah lain.

Peneliti utama dari Oxford Smith School of Enterprise and the Environment, Nethmi Jayaratne Kariyawasam, menegaskan bahwa angka di termometer bukanlah satu-satunya penentu bahaya. “Bukan hanya paparan terhadap suhu tinggi yang menentukan tingkat risiko,” ujarnya.

READ  Wujudkan Kepedulian Pendidikan, BRI BO Kertajaya Salurkan CSR ke Pos PAUD Terpadu Ceria Bunda

Senada dengan hal itu, Associate Professor University of Oxford, Jesus Lizana, menambahkan bahwa hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi kompas atau acuan strategis bagi pemerintah daerah. Khususnya untuk mengidentifikasi wilayah mana saja yang paling membutuhkan langkah cepat dalam adaptasi dampak perubahan iklim.

Penelitian komprehensif ini juga menemukan fakta bahwa lebih dari 95 persen kota dengan risiko panas ekstrem tertinggi berada di kawasan Asia Selatan, Asia Tenggara, dan Afrika Sub-Sahara. Negara-negara seperti India, Pakistan, Nigeria, dan Ghana menjadi wilayah dengan jumlah kota berisiko tinggi terbanyak.

Sebagai solusi konkret, tim peneliti Oxford merekomendasikan berbagai langkah mitigasi untuk menekan risiko panas ekstrem di kawasan perkotaan. Langkah tersebut di antaranya adalah memperluas ruang hijau dan area teduh, meningkatkan akses terhadap sistem pendingin yang terjangkau, memperkuat ketahanan energi, serta memberikan perlindungan lebih masif bagi kelompok masyarakat yang paling rentan.

Berikut adalah daftar lengkap 20 Kota dengan Risiko Panas Ekstrem Tertinggi di Dunia versi University of Oxford:

1. Al Basrah, Irak

2. Ahmedabad, India

3. Hyderabad, Pakistan

4. Bamako, Mali

5. Faisalabad, Pakistan

6. Barranquilla, Kolombia

7. Conakry, Guinea

8. Nagpur, India

9. Lagos, Nigeria

10. Bhopal, India

11. Port Harcourt, Nigeria

12. Kaduna, Nigeria

13. Madurai, India

14. Ibadan, Nigeria

15. Patna, India

16. Phnom Penh, Kamboja

17. Luanda, Angola

18. Surabaya, Indonesia

19. Bandung, Indonesia

20. Abidjan, Pantai Gading (MYX)