Umum

Pelabuhan Celukan Bawang jadi Alternatif Pemecah Kepadatan Penyeberangan dari Jawa ke Bali

302
×

Pelabuhan Celukan Bawang jadi Alternatif Pemecah Kepadatan Penyeberangan dari Jawa ke Bali

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI: Pelabuhan Celukan Bawang berlokasi di Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali. (IST)

INVESTORBISNIS.COM – Persiapan sudah dilakukan pemerintah untuk menghadapi penyelenggaraan angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027, serta angkutan Lebaran 2027 yang berdekatan dengan Hari Raya Suci Nyepi.

Kementerian Perhubungan dan Gubernur Bali pun terus membahas percepatan penguatan infrastruktur transportasi di Pulau Dewata pada sektor udara dan laut.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Salah satu bentuk persiapan itu adalah peninjauan ke Pelabuhan Celukan Bawang.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandi menegaskan, pengembangan Pelabuhan Celukan Bawang merupakan salah satu langkah strategis untuk mengurangi kepadatan lintas penyeberangan Ketapang–Gilimanuk yang selama ini menjadi jalur utama penghubung Jawa dan Bali.

“Kita perlu mengatasi kepadatan yang terjadi di penyeberangan Ketapang–Gilimanuk. Belajar dari pengalaman di lintas Merak–Bakauheni, kami berpandangan kepadatan harus dipecah melalui pelabuhan alternatif,” ujar Dudy.

Lebih lanjut, Kementerian Perhubungan telah mengkaji sejumlah alternatif lintasan penyeberangan yang dapat mendukung distribusi arus kendaraan, yakni Jangkar–Celukan Bawang, Tanjung Wangi–Celukan Bawang, Ketapang–Padang Bai/Gunaksa, serta Ketapang–Benoa.

Dari sejumlah alternatif tersebut, Pelabuhan Celukan Bawang diproyeksikan menjadi salah satu simpul penting dalam mendistribusikan arus penyeberangan dari Jawa menuju Bali.

Dudy pun menginstruksikan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) dan PT ASDP Indonesia Ferry untuk mempercepat kesiapan tersebut melalui kajian teknis dan menyelesaikan pengembangan fasilitas sesuai target waktu yang telah ditetapkan.

“Kami sudah meminta khususnya kepada Pelindo untuk melakukan revitalisasi agar pelabuhan ini dapat melayani penyeberangan dari Pelabuhan Jangkar, Ketapang, maupun Tanjung Wangi di Banyuwangi. Saya juga meminta Pelindo dan ASDP untuk mengkaji serta menyelesaikan seluruh persiapan sesuai target yang telah ditentukan. Harapannya, pada Desember mendatang Pelabuhan Celukan Bawang sudah dapat membantu memecah arus penyeberangan,” kata Dudy.

READ  Arus Balik Lebaran 2026: Pelabuhan Ketapang Mulai Dipadati Pemudik Menuju Bali

Masih pada sektor yang sama, Dudy mengatakan, Kemenhub berupaya melanjutkan program water taxi sebagai moda transportasi alternatif untuk mengurangi kepadatan lalu lintas jalan.

Menurut Menhub, layanan tersebut diproyeksikan mampu memangkas waktu tempuh dari Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju Canggu dari sekitar 1,5–2 jam menjadi sekitar 30 menit.

“Kita sudah menghitung, dari bandara ke Canggu bisa ditempuh sekitar 30 menit. Paling tidak ini dapat mengurangi beban jalan. Animo wisatawan juga cukup tinggi karena memberikan pengalaman perjalanan yang berbeda,” tuturnya.

Sementara itu, pada sektor udara, Dudy mengatakan, Kemenhub terus mendorong penguatan konektivitas udara di Bali melalui pengembangan bandara eksisting.

“Kita melihat jumlah penumpang Bandara I Gusti Ngurah Rai saat ini mencapai sekitar 24,9 juta penumpang per tahun, bahkan sudah melampaui kondisi sebelum pandemi Covid-19. Harapannya, melalui pengembangan kapasitas bandara, jumlah tersebut dapat meningkat hingga sekitar 32 juta penumpang sehingga dapat mendukung pemerataan pembangunan,” ujarDudy. (HRV)