INVESTORBISNIS.COM – Komitmen PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa terus menunjukkan hasil nyata.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), SIG berhasil menumbuhkan 36 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Glondonggede, Tuban.
Jumlah tersebut menunjukkan pertumbuhan yang konsisten setiap tahun, dengan 16 UMKM terbentuk pada 2022, 15 UMKM pada 2023, serta tambahan lima UMKM pada periode 2024–2025.
Program ini menjadi bagian dari strategi SIG dalam menciptakan nilai bersama (creating shared value) antara perusahaan dan masyarakat di sekitar wilayah operasi.
Program pemberdayaan yang dijalankan SIG mengusung pendekatan end-to-end, mulai dari pelatihan keterampilan, bantuan sarana produksi, hingga pendampingan pemasaran.
Hal ini sejalan dengan arah keberlanjutan SIG yang menempatkan aspek sosial sebagai bagian integral dari pertumbuhan bisnis berkelanjutan.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni menyampaikan pengembangan UMKM merupakan salah satu fokus utama perusahaan dalam memperkuat ekonomi lokal.
“SIG percaya bahwa keberhasilan Perusahaan harus sejalan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Program pemberdayaan UMKM menjadi salah satu upaya kami untuk memastikan masyarakat sekitar dapat tumbuh mandiri dan berdaya saing,” ujar Vita, Senin (29/6/2026).
Dampak program ini telah dirasakan langsung oleh masyarakat. Salah satu pelaku UMKM, Kusmiyatun, pengusaha olahan ikan asap, mengungkapkan bahwa dukungan SIG meningkatkan kualitas usahanya.
“Sekarang tempat usaha lebih nyaman dan penghasilan meningkat,” ujar Kusmiyatun.
Hasil pendampingan yang dilakukan SIG juga berhasil memperluas pasar.
Produk makanan ringan yang dikembangkan masyarakat kini telah masuk ke toko modern dan pusat oleh-oleh di Tuban, dengan omzet mencapai jutaan rupiah per bulan serta membuka lapangan kerja baru.
Keberhasilan ini mempertegas peran SIG sebagai perusahaan solusi bahan bangunan yang tidak hanya berfokus pada kinerja bisnis, tetapi juga pada pembangunan ekonomi inklusif.
Sebagai BUMN yang memiliki jaringan operasional luas di Indonesia, SIG secara konsisten mengintegrasikan program sosial ke dalam strategi pertumbuhan berkelanjutan perusahaan.
Ke depan, SIG akan terus memperluas dampak program pemberdayaan masyarakat dengan mendorong UMKM naik kelas, meningkatkan daya saing produk lokal, serta memperkuat ekosistem ekonomi desa.
Desa Glondonggede pun diharapkan dapat menjadi model pengembangan UMKM berbasis potensi lokal yang berkelanjutan di Indonesia. (IB2)













