INVESTORBISNIS.COM – PT Antam (Persero) Tbk (ANTM) melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun Buku (RUPST) 2025 menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 5,04 triliun atau 70 persen dari laba bersih Tahun Buku 2025 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.
Adapun sebesar Rp 2,16 triliun atau 30 persen ditetapkan sebagai saldo laba ditahan untuk mendukung pengembangan usaha, penguatan fundamental bisnis, serta pelaksanaan berbagai proyek strategis ke depan.
Keputusan pembagian dividen tersebut didukung kinerja operasional dan keuangan Antam yang mencatatkan pencapaian terbaik sepanjang sejarahnya.
Tahun 2025, Antam membukukan pendapatan sebesar Rp 84,64 triliun, meningkat 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dengan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 7,92 triliun, tumbuh signifikan 106 persen dibandingkan capaian tahun 2024.
Direktur Utama Antam Untung Budiharto menyampaikan, tahun 2025 menjadi tonggak penting dalam perjalanan perseroan.
“Di tengah dinamika pasar global dan tantangan industri, Antam berhasil mencatatkan kinerja operasional dan keuangan terbaik sepanjang sejarah Perseroan,” ujar Untung, Kamis (11/6/2026).
Capaian ini mencerminkan kuatnya fundamental bisnis, efektivitas strategi yang dijalankan secara disiplin, serta komitmen seluruh insan Antam dalam mengoptimalkan potensi sumber daya mineral nasional untuk menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.
Dalam RUPST 2025, pemegang saham juga menyetujui rencana perseroan untuk menerima penugasan khusus dari pemerintah dalam rangka percepatan program hilirisasi nikel dan pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik nasional.
Penugasan tersebut mencakup pengembangan ekosistem baterai terintegrasi berbasis nikel dari hulu hingga hilir, yang meliputi kegiatan pertambangan, pembangunan pabrik RKEF/RKSBF, fasilitas HPAL, refinery, prekursor, katoda, battery cell, hingga fasilitas battery recycling.
RUPST 2025 juga menyetujui perubahan susunan pengurus perseroan dengan mengukuhkan pemberhentian dengan hormat M. Rudy Salahuddin Ramto sebagai Komisaris Perseroan terhitung sejak tanggal 19 Desember 2025, serta I Dewa Wirantaya sebagai Direktur Pengembangan Usaha sejak ditutupnya RUPS.
Selain itu, RUPST 2025 memberhentikan dengan hormat Arianto Sabtonugroho Rudjito sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko.
Pemegang saham juga menyetujui perubahan nomenklatur jabatan anggota-anggota Direksi Perseroan. Yakni, pengangkatan Komisaris yakni Aryanto Wibowo.
Kemudian mengangkat I Dewa Wirantaya sebagai Direktur Strategi Hilirisasi dan Operasi Hilir, dan Arini Kasmira sebagai Direktur Keuangan dan Manajeman Risiko. (ofi)













