Umum

Layanan Tembus 2.428.471 Ton, Angkutan Peti Kemas KAI Tumbuh 19,35 Persen

2
×

Layanan Tembus 2.428.471 Ton, Angkutan Peti Kemas KAI Tumbuh 19,35 Persen

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI: Aktivitas angkutan peti kemas KAI. (IST)

INVESTORBISNIS.COM – Di lima bulan pertama tahun 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) melayani 2.428.471 ton peti kemas.

Capaian itu meningkat 393.720 ton atau 19,35 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 2.034.751 ton.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba mengatakan, peningkatan volume peti kemas mencerminkan tingginya kebutuhan distribusi barang yang mengikuti perkembangan industri, perdagangan, dan konsumsi masyarakat.

“Kereta api hadir untuk memastikan arus logistik berlangsung secara terjadwal, efisien, dan mampu mendukung kebutuhan dunia usaha maupun masyarakat,” ujar Anne dikutip, Kamis (11/6/2026).

Pertumbuhan tersebut menjadi semakin relevan jika dikaitkan dengan tantangan logistik nasional.

Berdasarkan kajian Kementerian PPN/Bappenas, biaya logistik Indonesia masih berada pada kisaran 14,29 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Pemerintah menargetkan angka tersebut dapat turun menjadi 8 persen terhadap PDB pada tahun 2045.

Efisiensi distribusi barang menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan daya saing ekonomi nasional dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Di sisi lain, ekonomi Indonesia pada tahun 2025 tercatat tumbuh 5,12 persen.

Dibandingkan angka tersebut, pertumbuhan volume peti kemas KAI sebesar 19,35 persen menunjukkan laju yang hampir empat kali lebih tinggi.

Kondisi ini mengindikasikan meningkatnya aktivitas produksi, perdagangan, distribusi, dan kebutuhan logistik yang memanfaatkan transportasi berbasis rel.

Bagi Indonesia, peningkatan volume petikemas melalui kereta api memberikan dampak yang lebih luas daripada perpindahan barang semata.

Setiap peti kemas yang melintas membawa bahan baku untuk industri, produk manufaktur menuju pasar, komoditas ekspor menuju pelabuhan, serta berbagai kebutuhan masyarakat yang harus tersedia tepat waktu.

Kelancaran distribusi tersebut berkontribusi terhadap efisiensi biaya logistik, menjaga pasokan barang, dan mendukung produktivitas ekonomi di berbagai daerah.

READ  Pecco Bagnaia Siap Adu Kuat Lawan Marquez di Red Bull Ring Austria

“Logistik yang kuat akan memperkuat ekonomi. Karena itu KAI terus mengembangkan layanan petikemas agar mampu mendukung konektivitas kawasan industri, pusat distribusi, dan pelabuhan yang menjadi simpul penting pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkas Anne. (ani)