Properti

Raih Kontrak Rp 5,77 Triliun, WEGE Perkuat Fundamental dan Siapkan Langkah Strategis

1
×

Raih Kontrak Rp 5,77 Triliun, WEGE Perkuat Fundamental dan Siapkan Langkah Strategis

Sebarkan artikel ini
KONTRAK BARU: WEGE mencatatkan kontrak baru sebesar Rp 1,71 triliun dan kontrak lama atau carry over sebesar Rp 4,06 triliun, sehingga total kontrak atau order book perseroan mencapai Rp 5,77 triliun. (IST)

INVESTORBISNIS.COM – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) menyetujui sejumlah keputusan strategis perseroan.

Sepanjang tahun 2025, WEGE mencatatkan kontrak baru sebesar Rp 1,71 triliun dan kontrak lama atau carry over sebesar Rp 4,06 triliun, sehingga total kontrak atau order book perseroan mencapai Rp 5,77 triliun.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

“Dari sisi kinerja keuangan, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 1,62 triliun dan laba kotor sebesar Rp 145 miliar. Perseroan juga mencatatkan posisi aset sebesar Rp 4,04 triliun dan ekuitas sebesar Rp 1,97 triliun,” kata Direktur Utama WEGE, Hadian Pramudita dalam keterangan resmi, Rabu (13/5/2026).

Di tengah kondisi industri konstruksi yang masih penuh tantangan, WEGE terus menjaga ketahanan fundamental melalui penguatan tata kelola, peningkatan disiplin operasional, serta pengelolaan risiko yang lebih terukur.

Pada tahun 2025, perseroan berhasil mempertahankan Corporate Rating “idBBB” dengan outlook Stable dari Pefindo, serta memperoleh tingkat kesehatan “Sehat” berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Perseroan terus berupaya menjaga kesinambungan usaha melalui penguatan fundamental, efisiensi operasional, serta pengelolaan risiko yang lebih disiplin.

“Di tengah dinamika pasar konstruksi, Perseroan terus memperkuat fundamental bisnis, menjaga stabilitas keuangan, serta mendorong langkah-langkah efisiensi dan perbaikan operasional. Capaian rating idBBB dengan outlook Stable menjadi salah satu landasan bagi Perseroan untuk melanjutkan pemulihan kinerja secara bertahap dan berkelanjutan,” ujar Hadian.

RUPST juga menyetujui penetapan Akuntan Publik dan/atau Kantor Akuntan Publik Heliantono dan Rekan untuk mengaudit Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan serta laporan lainnya untuk Tahun Buku 2026.

Selain itu, RUPST memberikan kewenangan kepada dewan komisaris dengan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari pemegang saham mayoritas untuk menetapkan imbalan jasa audit dan persyaratan lainnya sesuai ketentuan yang berlaku. (awa)

READ  Laba Bersih BTN Melonjak 22,6 Persen di Kuartal I/2026, Penyaluran KPR Tembus 6 Juta Unit