Bisnis

ARPU Indosat Naik 15 Persen, Pelanggan di Jatim Tembus 14,4 Juta

360
×

ARPU Indosat Naik 15 Persen, Pelanggan di Jatim Tembus 14,4 Juta

Sebarkan artikel ini
LAPORAN: Jajaran top manajemen Indosat Ooredoo Hutchison saat Public Expose Indosat 2026 di Jakarta, Selasa (5/5/2026). (IST)

INVESTORBISNIS.COM – Indosat Ooredoo Hutchison mengawali tahun 2026 dengan kinerja yang kuat setelah berhasil mencatatkan pertumbuhan dua digit pada indikator keuangan utama di kuartal pertama.

Pencapaian ini menegaskan konsistensi perusahaan dalam mengeksekusi strategi yang berfokus pada pelanggan, yang ditopang oleh hyper-personalization berbasis AI, pengelolaan operasional yang disiplin, serta investasi berkelanjutan dalam keunggulan jaringan dan kapabilitas digital.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Pada kuartal I/2026, Indosat membukukan total pendapatan sebesar Rp 15,2 triliun yang menjadi pendapatan kuartalan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.

Adapun pendapatan tersebut naik 12 persen secara tahunan (YoY). EBITDA meningkat 13 persen YoY menjadi Rp 7,2 triliun dengan profil margin yang tetap sehat, sementara laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 1,5 triliun, tumbuh 26 persen secara tahunan.

Hasil ini mencerminkan kekuatan model bisnis Indosat yang terukur serta kemampuan perusahaan untuk mengubah fokus strategis menjadi kinerja keuangan yang konsisten.

Kinerja solid Indosat salah satunya ditopang oleh momentum positif yang terus berlanjut di bisnis seluler, dengan ARPU (Average Revenue Per User) gabungan meningkat 15 persen secara tahunan menjadi Rp 45.000, mencerminkan monetisasi yang semakin optimal dan kualitas pelanggan yang semakin meningkat.

Di saat yang sama, trafik data tumbuh 25,1 persen secara tahunan, menegaskan meningkatnya peran layanan digital dalam keseharian pelanggan serta pertumbuhan kebutuhan akan konektivitas yang andal dan berkualitas tinggi.

President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha mengatakan, kinerja awal tahun yang solid ini menggambarkan konsistensi dalam menjalankan strategi dan memberikan nilai yang nyata bagi pelanggan.

Dengan AI Hyper-personalization, Indosat dapat lebih relevan dalam setiap interaksi, tercermin dari keeratan yang semakin kuat, pengalaman pelanggan yang lebih baik, serta pertumbuhan yang berkelanjutan.

READ  Indosat, Nokia, dan NVIDIA Resmikan AI-RAN Research Center di Surabaya: Dorong Kedaulatan Digital Indonesia

“Melalui semangat #LebihBaikIndosat, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan cara kami melayani dan mendukung kehidupan digital mereka,” kata Vikram saat Public Expose Indosat 2026, Selasa (5/5/2026).

Ia melanjutkan, untuk mendukung pertumbuhan ini, Indosat terus meningkatkan jaringan 5G guna menghadirkan pengalaman yang lebih lancar bagi pelanggan, sekaligus memungkinkan kapabilitas berbasis AI untuk layanan yang lebih personal.

“Hal ini mencerminkan komitmen perusahaan untuk menghadirkan pengalaman terbaik lewat konektivitas yang dapat diandalkan,” ungkapnya.

Bawa Perubahan yang “Lebih Baik”, Indosat Blusukan hingga ke Desa di Jawa Timur
Indosat Region Jawa Timur mencatatkan kinerja positif pada kuartal I/2026 dengan pertumbuhan trafik data sebesar 15,4 persen YoY dan total 14,4 juta pelanggan.

Capaian ini mengukuhkan Jawa Timur sebagai kontributor pelanggan terbesar kedua bagi Indosat di Indonesia.

Melalui semangat “Lebih Baik Indosat”, Indosat Region Jawa Timur kini berfokus ekspansi langsung ke wilayah rural untuk memperkuat inklusi digital nasional.

Strategi tersebut diwujudkan melalui inisiatif “Desa Terkoneksi” yang sudah menjangkau 205 desa di Jawa Timur melalui pendekatan “blusukan”.

Didukung infrastruktur berupa 650 BTS 5G dan hampir 25.000 BTS 4G, Indosat menggerakkan ekonomi lokal melalui edukasi digital, pembukaan outlet desa, hingga penyelenggaraan event yang melibatkan pelaku usaha setempat.

Langkah strategis ini berdampak signifikan pada pertumbuhan pendapatan Circle Java (Region Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara) yang mencapai 13 persen pada momentum Lebaran 2026, melonjak dibanding pertumbuhan 6 persen pada tahun sebelumnya.

Hasil ini membuktikan bahwa konektivitas berkualitas hingga ke tingkat desa menjadi mesin pertumbuhan baru bagi perusahaan sekaligus penggerak produktivitas ekonomi masyarakat lokal secara berkelanjutan. (GDQ)