Umum

Dominasi Permainan, Tim Putera dan Puteri Ubaya Lolos Final Basket Campus League 2026

347
×

Dominasi Permainan, Tim Putera dan Puteri Ubaya Lolos Final Basket Campus League 2026

Sebarkan artikel ini
Tim Puteri Universitas Surabaya (Ubaya) libas Universitas Brawijaya (UB) dalam pertandingan Basket Campus League 2026.

INVESTORBISNIS.COM – Persaingan sengit dan panas mewarnai jalannya Kompetisi Basket Campus League musim perdana di Regional Surabaya.

Dimulai sejak Rabu (22/4), di GOR Basket Universitas Negeri Surabaya (Unesa), kompetisi yang diikuti ratusan student-athlete yang berasal dari 17 perguruan tinggi, terdiri dari 16 tim putra dan 8 tim putri.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Pada babak semifinal, Selasa (28/4), dari sektor putri Universitas Ciputra Makassar memastikan diri melaju ke final regional menantang Universitas Surabaya.

Sementara disektor putra, Universitas Cendrawasih masuk partai pamungkas untuk berduel juga dengan Universitas Surabaya.

Pada laga Regional Playoffs atau semifinal pertama, Tim Putri Universitas Ciputra Makassar tampil solid dan sukses mengandaskan perlawanan Universitas Airlangga dengan skor 52-39.

Di pertandingan berikutnya giliran wakil Papua, Tim Putra Universitas Cendrawasih mampu meraih hasil gemilang melawan Universitas Negeri Malang (UM) dengan skor meyakinkan 92-63.

Kedua hasil tersebut jadi bukti bahwa tim dari luar Pulau Jawa mampu mengimbangi dominasi kampus-kampus unggulan basket di Jawa Timur.

Sementara itu, hujan skor mewarnai partai semifinal ketiga yang mempertemukan Tim Puteri Universitas Surabaya (Ubaya) dan Universitas Brawijaya (UB).

Tampil nyaris sempurna, Ubaya mampu melibas UB dengan skor mencolok 105-19. Sejak tip-off, Ubaya memang bermain agresif.
Hingga akhir quarter kedua Ubaya mampu meledak dengan raihan 47-14.

Usai turun minum, UB berupaya memberikan perlawanan, namun tetap kesulitan menembus pertahanan rapat lawan.
Justru Ubaya yang sukses menjaga intensitas permainan.

Di kuarter penutup Ubaya sukses menjaga jarak sekaligus mengamankan tiket ke final.
Pelatih Tim Basket Putri Ubaya, Coach Wellyanto Pribadi mengungkapkan timnya memang menang, cuman mungkin karena belum ketemu lawan yang agak kuat saja.

“Jadi saya tetap menilai bahwa permainan kita masih sangat banyak kekurangan yang banyak harus dibenahi kan kita sudah masuk final. Pastinya akan ada pembenahan banyak sekali karena lawan kita di Jakarta itu masih tim-tim yang kuat sekali Saya rasa itu tapi masih perlu banyak evaluasi,” terangnya.

READ  H-7 Lebaran, Arus Kendaraan di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Mulai Meningkat

Coach Wellyanto menambahkan bahwa masih banyak kekurangan salahsatunya di finishing.
“Masih belum sesuai dengan target kita, makanya tadi saya instruksikan jaga di belakang. Untuk itu, kita mau belajar jaga di belakang karena banyak sekali kebobolan-kebobolan di situ dan finishing ya memang kita perlu adaptasi lagi dengan bola yang baru ini. Karena ini pertama kali dan bolanya kelihatannya agak lebih besar dari biasanya sehingga syutingnya banyak yang tidak karuan. Jadi sebelum ke nasional mungkin nanti persiapan dengan adaptasi Ini mugkin bola yang digunakan,” paparnya.

Coach Wellyanto menambahkan, perkembangan basket di Indonesia timur atau Jawa Timur agak menurun karena kurang kompetisinya.

“Tahun kemarin dalam setahun kami bisa main sampai 5 kali, tapi untuk tahun ini hanya 1 kali pertandingan, hal ini mungkin yang menurunkan gairah-gairah perguruan tinggi untuk membina sehingga performanya turun,” jelasnya.

Coach Wellyanto berharap dengan adanya Basket Campus League ini bisa kembali bergairah lagi.
“Hampir semua kampus performanya menurun dibandingkan dengan dua-tiga tahun lalu. Hampir semuanya kualitasnya menurun, mungkin karena minimnya turnamen,” paparnya.

Evelyn Fiyo jadi motor serangan Ubaya di partai semifinal ini. Pemain timnas basket 3×3 yang sukses meraih medali emas SEA Games 2025 Filipina ini mencatatkan 18 poin dan tampil trengginas sepanjang laga.

Kapten tim Mayviana Lysandra Tandiono menyampaikan perlunya percaya satu sama lain, karena kemarin juga sudah ketemu jadi evaluasi di game sebelumnya, selain itu banyak koreksi juga dari game tadi dan lebih percaya satu sama lain dan tidak boleh meremehkan.

“Musuh terberat dari tim kita itu memang diri sendiri dan tim sendiri, karena kita juga di lapangan itu melawan capek melawan malas dan juga melawan pikiran yang negatif. Pikiran kita harus bisa melawan diri sendiri dan percaya diri kalau misalnya kita itu bisa baik sebelum dan sesudah untuk saling semangat,” tuturnya.

READ  Fokus Seleksi dan Latihan, KONI Jatim Kejar Prestasi PON Bela Diri II

Di pertandingan semifinal terakhir, Tim Putera Universitas Surabaya (Ubaya) menegaskan diri sebagai raja kampus basket di Provinsi Jawa Timur.
Melengkapi kesuksesan tim puterinya, kali ini tim putera Ubaya juga mengantongi tiket final setelah menaklukkan tuan rumah, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) 87-20.

Kemenangan ini kian manis bagi Ubaya lantaran sejauh ini mereka selalu tampil impresif dan belum tersentuh kekalahan.

Kekuatan Tim Ubaya dalam pertandingan ini terletak pada kedisiplinan dalam defense dan efektif saat menyerang.

Sejak quarter pertama, Unesa dibuat kesulitan mengembangkan permainan berkat pressing ketat. Ubaya menutup first half tanpa hambatan dengan 46-7.

Selepas jeda, tim asuhan pelatih Ivan Widianto Tjahjono ini tak mengendurkan tekanan. Tidak ada kesempatan diberikan bagi Unesa untuk memperpendek jarak poin.

Hingga buzzer berbunyi, Ubaya mengunci kemenangan untuk menantang Universitas Cendrawasih (Uncen) di laga final regional.

Kapten Ubaya Albert Richard merasa timnya sudah siap untuk menghadapi Uncen di partai final.

Dalam jumpa pers usai pertandingan, ia menyebut regenerasi antara pemain senior ke pemain junior yang selama ini berjalan di tim basket Ubaya menjadi salah satu faktor kualitas permainan yang terus terjaga.

Albert berharap timnya tetap solid untuk meraih podium tertinggi Campus League Basket Regional Surabaya. “Kami tidak pernah meremehkan musuh, kami selalu memberikan effort 100 persen, kami juga fokus mengikuti arahan Coach Ivan,” tegasnya.

Dari sisi pelatih, Ivan Widianto Tjahjono mengakui timnya tampil sangat solid di pertandingan ini. Ada peningkatan dari sisi defense yang mampu diterjemahkan dengan apik oleh anak asuhnya di lapangan.

Namun, ia juga menyebut menghadapi Uncen di partai pamungkas membutuhkan strategi yang berbeda untuk bisa memastikan gelar juara di genggaman.

READ  Harga Cabai Keriting di Kediri Meroket Rp9.000

“Strategi khusus kami pasti ada, karena kami juga cukup paham karakternya Tim Uncen bermain itu seperti apa. Jadi kami siapkan strategi bagaimana memecah full press dari mereka,” jelas Ivan.

Surabaya Ibukota Basket

Sementara itu dari sisi penyelenggaraan, Head of Competition Campus League, Dave Leopold, mengatakan Surabaya layak menjadi “ibukota basket” sebab kuota peserta di regional ini terpenuhi.

Sebanyak 16 tim putra dan 8 tim putri ambil bagian dalam Regional Surabaya walau rentang kualitas antar tim cukup beragam.

Dave menilai itu hal yang wajar karena ini adalah tahun pertama penyelenggaraan Campus League (CL).

Selain itu basketball adalah olahraga pertama yang dipertandingkan di regional perdana pula.
Itu sebabnya sangat wajar jika kualitas tim masih sangat beragam dan belum semuanya berada di level yang kompetitif.

“Justru melalui Campus League ini proses pembinaan dan pemetaan kualitas tim mulai bisa terbentuk. Saat liga ini sudah berjalan secara konsisten dalam 3–5 tahun ke depan, akan terlihat dengan jelas tim mana yang benar-benar siap bersaing dan mana yang masih perlu berkembang,” kata Dave saat ditemui di GOR Basket Universitas Negeri Surabaya.

Kompetisi Campus League memang bukan hanya soal hasil pertandingan saat ini, tapi juga tentang membangun ekosistem, budaya kompetisi, dan peningkatan kualitas basket kampus secara bertahap dan berkelanjutan. [riq] (DYM)