Headline

Membedah Strategi Pemerintah Perkuat Kinerja Ekspor

362
×

Membedah Strategi Pemerintah Perkuat Kinerja Ekspor

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI. (IST)

INVESTORBISNIS.COM – Stabilitas perekonomian menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga momentum pertumbuhan nasional, terutama menjelang akhir tahun.

Selain menjaga stabilitas indikator makroekonomi, penguatan kinerja ekspor juga diperlukan untuk memperluas pasar bagi produk Indonesia dan mengoptimalkan potensi berbagai sektor usaha, termasuk industri manufaktur.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

“Hari ini Bapak Presiden memanggil tim ekonomi. Terutama untuk mengupdate situasi perekonomian menjelang akhir tahun ini dan juga sekaligus dalam rangka dua tahun pemerintahan Pak Presiden, Pak Prabowo,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto saat menyampaikan Keterangan Pers di Istana Negara, Jakarta, dikutip Selasa (20/10/2026).

Selain mengevaluasi perkembangan 2 tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, pertemuan tersebut juga membahas sejumlah indikator utama perekonomian. Mulai dari pertumbuhan ekonomi, perkembangan inflasi, kondisi makro sektor perbankan, hingga realisasi investasi.

Pada keterangan pers tersebut, Airlangga menyampaikan bahwa kondisi perekonomian nasional relatif stabil.

Pembahasan juga mencakup perkembangan berbagai indikator makroekonomi sebagai bahan evaluasi terhadap kondisi perekonomian sekaligus langkah yang perlu diperkuat untuk menjaga momentum pertumbuhan ke depan.

Lebih lanjut, Airlangga menyampaikan bahwa pertemuan turut membahas upaya peningkatan ekspor nasional.

“Penguatan kinerja ekspor akan didorong melalui berbagai sektor, termasuk manufaktur, dengan mengoptimalkan potensi produksi dalam negeri dan memperluas kontribusi sektor-sektor produktif terhadap perdagangan internasional,” lanjutnya.

Untuk mendukung upaya tersebut, pemerintah akan mengidentifikasi dan mengatasi berbagai hambatan yang berpotensi mengurangi kinerja ekspor.

Langkah debottlenecking tersebut akan dilaksanakan melalui Satuan Tugas (Satgas) yang telah mendapat penugasan dari Presiden, sehingga kendala yang menghambat aktivitas ekspor dapat ditangani secara lebih terarah.

“Jadi ekspor kita akan pacu dari seluruh sektor termasuk manufaktur sehingga berbagai hal yang bisa mengurangi ekspor nanti akan kita debottlenecking yang sudah diberikan penugasan oleh Bapak Presiden melalui Satgas,” jelas Airlangga.

READ  Pemerintah Uji Coba Pembatasan Pertalite untuk Kelompok Mapan Desil 10 Berbasis Jenis Kendaraan

Melalui evaluasi kondisi makroekonomi dan penguatan koordinasi lintas sektor, pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas perekonomian sekaligus meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.

Penguatan ekspor diharapkan dapat berjalan seiring dengan terjaganya momentum pertumbuhan ekonomi nasional hingga akhir tahun. (AYU)