INVESTORBISNIS.COM – PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney) memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi dalam mengembangkan potensi pariwisata daerah melalui pendekatan ekosistem yang terintegrasi.
Salah satu wujud kolaborasi tersebut adalah dukungan terhadap penyelenggaraan Gandrung Sewu 2026 pada 24 Oktober 2026, yang untuk pertama kalinya akan digelar pada malam hari dengan menghadirkan konsep pertunjukan baru.
Menghadirkan perpaduan seni tradisi, tata cahaya, dan teknologi pertunjukan, Gandrung Sewu 2026 diharapkan tidak hanya menjadi panggung pelestarian budaya, tetapi juga penggerak kunjungan wisatawan, aktivitas ekonomi lokal, dan penguatan posisi Banyuwangi sebagai destinasi pariwisata unggulan Indonesia.
Direktur SDM dan Digital InJourney, Herdy Harman mengatakan, pengembangan pariwisata membutuhkan sinergi berbagai elemen, mulai dari konektivitas, destinasi, atraksi, akomodasi, hingga keterlibatan masyarakat dan pelaku usaha lokal.
“InJourney melihat pariwisata sebagai sebuah ekosistem yang perlu dikembangkan secara terintegrasi,” kata Herdy, Jumat (16/10/2026).
Ia menjelaskan, keberhasilan pariwisata tidak hanya diukur dari jumlah wisatawan yang datang, tetapi juga dari berapa lama mereka tinggal, aktivitas yang mereka lakukan, dan seberapa besar manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat setempat. Banyuwangi memiliki fondasi alam dan budaya yang kuat.
“Melalui kolaborasi ini, kami ingin menghubungkan seluruh potensi tersebut agar memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi daerah,” ujarnya.
Herdy menjelaskan, sebagai holding BUMN di sektor aviasi dan pariwisata, InJourney mengintegrasikan kapabilitas berbagai entitas dalam ekosistemnya, meliputi InJourney Airports, InJourney Aviation Services, InJourney Hospitality, InJourney Destination Management, InJourney Tourism Development Corporation dan InJourney Retail.
Sinergi ini membuka peluang untuk menghubungkan aksesibilitas, layanan perjalanan, akomodasi, pengalaman destinasi, hingga promosi dalam satu perjalanan wisata yang utuh (seamless tourism experience).
Salah satu fokus kolaborasi adalah pengembangan Gandrung Sewu sebagai signature cultural event Banyuwangi yang memiliki daya tarik bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara.
Pada penyelenggaraan tahun ini, pertunjukan kolosal tersebut akan menghadirkan pengalaman baru melalui konsep malam hari, dengan memadukan gerak ribuan penari, tata cahaya, dan teknologi pertunjukan tanpa meninggalkan esensi serta nilai budaya Tari Gandrung.
Sebanyak 1.300 penari dijadwalkan tampil dalam Gandrung Sewu 2026, menghadirkan pertunjukan kolosal yang sekaligus menjadi ruang ekspresi bagi generasi muda untuk menjaga keberlanjutan seni tradisi Banyuwangi.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani mengatakan inovasi dalam penyelenggaraan Gandrung Sewu merupakan bagian dari upaya memperkuat daya tarik budaya sekaligus menghadirkan pengalaman berbeda bagi pengunjung. (KFU)













