Ekonomi

Gandeng UGM, Amran Dorong Pengembangan 5.000 Hektare Lahan Kedelai di Grobogan

224
×

Gandeng UGM, Amran Dorong Pengembangan 5.000 Hektare Lahan Kedelai di Grobogan

Sebarkan artikel ini
PANTAU: Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengunjungi Pusat Inovasi Agro Teknologi (PIAT) UGM di Yogyakarta, Kamis (15/10/2026). (IST)

INVESTORBISNIS.COM – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendorong pengembangan kedelai di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, melalui kerja sama Kementerian Pertanian (Kementan) dengan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Pengembangan ini ditargetkan mencapai 5.000 hektare apabila didukung kesiapan pelaksanaan, dengan harapan produktivitas kedelai dapat mencapai lebih dari 3 ton per hektare.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Kunjungan Amran ke Pusat Inovasi Agro Teknologi (PIAT) UGM di Yogyakarta, Kamis (15/10/2026), merupakan tindak lanjut pertemuannya dengan Rektor UGM di Jakarta pada Juni 2026 lalu.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi pemerintah dan perguruan tinggi dalam mengembangkan kedelai, mulai dari riset, pengujian produktivitas, hingga perluasan areal tanam bersama petani.

“Alhamdulillah hari ini sudah membuahkan hasil, di mana produksi kedelai bisa minimal 2,6 sampai 3,2 ton. Tapi kami minta bila perlu di atas 3 ton,” ujar Amran saat meninjau pengembangan kedelai di PIAT UGM.

Amran mengatakan, pemerintah telah menyiapkan langkah lanjutan untuk memperluas pengembangan kedelai.

Kementan dan UGM telah menyepakati rencana pengembangan pada lahan seluas 2.000 hektare pada 2027.

Jika produktivitas dan kesiapan pelaksanaan memungkinkan, pemerintah membuka peluang perluasan hingga 5.000 hektare, dengan 3.000 hektare tambahan melibatkan masyarakat dan kelompok petani di bawah pengawasan UGM.

“Tahun depan kami sudah tanda tangan kesepakatan dengan UGM, 2.000 hektare. Tapi kalau mampu 5.000, kami siapkan anggarannya,” kata Amran.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kedelai, Kementan telah menyerahkan dukungan anggaran sebesar Rp 7,7 miliar untuk tahun 2026.

Amran menyampaikan bahwa dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mengawal pengembangan kedelai bersama perguruan tinggi, sekaligus mendorong hasil riset dan inovasi agar dapat diterapkan dalam skala budi daya yang lebih luas.

READ  Khofifah–Emil Tegaskan Jatim Siap Dukung PSN Swasembada Susu dan Gula

“Kami apresiasi teman-teman UGM atas kerja kerasnya. Ini sesuai komitmen pembicaraan kita saat pertemuan di Jakarta. Kami akan lanjutkan terus dan insyaallah akan kami kawal, karena ini perintah Bapak Presiden,” ujar Amran.

Dekan Fakultas Pertanian UGM, Prof. Subejo, menjelaskan bahwa potensi hasil varietas kedelai yang dikembangkan dapat mencapai 3,6 ton per hektare.

Tim UGM menargetkan produktivitas di atas 3 ton per hektare, dengan hasil aktual akan ditentukan oleh perkembangan tanaman hingga panen serta kesesuaian teknik budi daya dengan kondisi lahan.

Dalam peninjauan tersebut, tanaman kedelai yang diamati belum memasuki masa panen.

Tanaman ditanam pada 30 Agustus 2026 dan berusia sekitar 44 hari saat kunjungan berlangsung. Karena itu, potensi produktivitas masih akan diuji hingga panen.

Pengaturan jarak tanam menjadi salah satu aspek yang diperhatikan dalam pengembangan tersebut.

Subejo menjelaskan penggunaan jarak tanam 20 x 40 sentimeter pada lahan yang diamati, dengan penyesuaian teknik budi daya berdasarkan kondisi lahan dan kebutuhan tanaman.

Pendekatan ini diharapkan dapat mendukung pencapaian produktivitas yang optimal.

Menurut Subejo, pengembangan berikutnya direncanakan melibatkan kelompok tani di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, dengan target produktivitas lebih dari 3 ton per hektare.

Keterlibatan petani menjadi langkah penting untuk menguji penerapan teknologi budi daya dalam skala lapangan sekaligus mempersiapkan perluasan areal tanam.

Dalam kesempatan tersebut, Amran juga meninjau stan PIAT UGM yang menampilkan benih kedelai bersertifikat.

Benih kedelai tersebut memiliki daya tumbuh hampir 99 persen berdasarkan pengujian yang dilakukan.

Kerja sama Kementan dan UGM diharapkan memperkuat pengembangan benih bermutu, penerapan teknologi budi daya, dan perluasan areal tanam kedelai.

Melalui dukungan riset perguruan tinggi dan keterlibatan petani, pengembangan ini diarahkan untuk meningkatkan produktivitas serta memperkuat produksi kedelai nasional. (PNI)