Headline

IHSG Terkoreksi 2,5 Persen ke 5.936, Dr. Gema Goeyardi Ungkap Level Support dan Target Berikutnya

299
×

IHSG Terkoreksi 2,5 Persen ke 5.936, Dr. Gema Goeyardi Ungkap Level Support dan Target Berikutnya

Sebarkan artikel ini
PAPARAN: Dr. Gema Goeyardi menjelaskan mengenai pergerakan IHSG. (IST)

INVESTORBISNIS.COM – Setelah membentuk titik terendah pada 2 Oktober 2026 dan sempat rebound, IHSG kembali mengalami koreksi hingga 5.936 pada 12 Oktober 2026.

Di tengah volatilitas tersebut, Dr. Gema Goeyardi, Founder Astronacci International, memetakan area support, time support, dan target harga IHSG berikutnya untuk melihat peluang maupun risiko pergerakan indeks.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

IHSG Mengalami Koreksi 2,5 Persen pada 12 Oktober 2026

Melalui Trading Strategy A-CLUB pada 28 September 2026, Dr. Gema memproyeksikan potensi time bottom IHSG pada 30 September atau 2 Oktober 2026, dengan perkiraan harga di sekitar 5.980.

Kemudian pada 1 Oktober, IHSG membentuk bottom atau titik terendah di 5.973, hanya terpaut 7 poin dari proyeksi tersebut.

Dan setelah itu, indeks sempat rebound hampir 4 persen.

Namun pada 12 Oktober, IHSG kembali mengalami koreksi sekitar 2,5 persen ke level 5.936.

Dr. Gema menyoroti sentimen terkait MSCI dan kekhawatiran terhadap saham-saham konglomerasi sebagai faktor yang memengaruhi psikologi pasar dan meningkatkan volatilitas.

Di tengah tekanan tersebut, pergerakan IHSG perlu dicermati berdasarkan struktur harga dan siklus waktu.

Menurut Dr. Gema, koreksi ini masih sesuai dengan teori Elliott Wave, sehingga dapat dicermati sebagai bagian dari pola pergerakan harga yang lebih luas.

Level Support 5.770-5.849 dan Time Support 13 atau 15 Oktober 2026

Melalui kanal YouTube Astronacci, Dr. Gema mengidentifikasi area 5.770-5.849 sebagai support IHSG berikutnya.

Selain level harga, ia juga memperkirakan tanggal 13 atau 15 Oktober 2026 sebagai periode time support untuk mengamati potensi perubahan momentum.

Menurutnya, peluang IHSG bergerak naik diperkirakan sebesar 75 persen, sedangkan peluang penurunan lanjutan sebesar 25 persen.

Meski peluang rebound masih terbuka dalam skenario tersebut, konfirmasi pergerakan harga tetap diperlukan.

READ  Gelombang Panas Eropa Telan Lebih dari 1.000 Korban Jiwa, Suhu Tembus 40 Derajat Celsius

Respons IHSG terhadap area support akan menjadi salah satu acuan untuk mengevaluasi peluang pemulihan maupun risiko koreksi lanjutan.

Target IHSG Berikutnya: 6.228-8.873

Selain itu, Dr. Gema juga kembali memetakan sejumlah target kenaikan IHSG berikutnya:
6.228 – target awal

6.586 – target berikutnya

7.933 – target lanjutan

8.873 – proyeksi jangka panjang

Target tersebut merupakan proyeksi pergerakan IHSG dalam jangka pendek hingga panjang, dengan realisasinya bergantung pada perkembangan kondisi pasar.

Melalui metode Eye of Future, Astronacci memadukan analisis level harga dan siklus waktu untuk memetakan potensi pergerakan pasar sebagai acuan dalam menyusun trading plan.

“Saat pasar menghadapi tekanan berat, kepanikan bukanlah solusi. Trader yang sukses adalah mereka yang mampu melihat peluang di tengah fase krusial,” ujar Dr. Gema, yang terus konsisten mendampingi trader ritel Indonesia.

Dengan peluang pemulihan yang masih terbuka, pelaku pasar perlu mencermati respons IHSG terhadap area support dan menerapkan manajemen risiko dalam mengambil keputusan. (GXU)