Bisnis

Kawasan Industri Paket Lengkap Butuh Dukungan Lahan dan Infrastruktur dari Pemda

233
×

Kawasan Industri Paket Lengkap Butuh Dukungan Lahan dan Infrastruktur dari Pemda

Sebarkan artikel ini
INFRASTRUKTUR: Fasilitas pelabuhan di kawasan industri Java Integrated Industrial and Port Estate/JIIPE Gresik. Kawasan industri JIIPE total luas 2.933 hektare. (IST)

INVESTORBISNIS.COM – Kawasan industri adalah wilayah yang dipusatkan dan dikhususkan untuk kegiatan pengolahan atau manufaktur, lengkap dengan sarana serta prasarana penunjang yang dikembangkan dan dikelola oleh perusahaan kawasan industri.

Keberadaan kawasan industri nasional mempunyai sejumlah tujuan dan fungsi utama.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Kawasan industri menjadi pusat produksi terpadu dengan menempatkan kegiatan pabrik dan industri di satu area agar operasional lebih efisien.

Kawasan industri juga menjadi infrastruktur dasar sehingga wajib menyediakan fasilitas minimal seperti instalasi pengolahan air baku, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), saluran drainase, penerangan jalan, serta jaringan jalan.

Kebedaraan kawasan industri juga untuk pemerataan pembangunan karena mempercepat penyebaran industri ke berbagai daerah dan membuka lapangan kerja.

Saat ini Indonesia punya 181 kawasan industriy di antaranya Kawasan Industri Jababeka (Cikarang, Jawa Barat) seluas 5.600 hektare, Kawasan Industri Terpadu Batang/KITB (Batang, Jawa Tengah) seluas 4.300 hektare, awasan Industri Cilegon (Cilegon, Banten) dengan luas 3.000 hektare.

Ada juga Java Integrated Industrial and Port Estate/JIIPE (Gresik, Jawa Timur) seluas 2.933 hektare, serta Kendal Industrial Park (Kendal, Jawa Tengah) dengan luas 2.700 hektare.

Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menilai kawasan industri sebagai sarana yang baik untuk mendorong industrialisasi.

Ia menyebut pengembangan kawasan industri membutuhkan dukungan pemerintah daerah dalam menyiapkan lahan dan infrastruktur.

“Kawasan industri itu sebenarnya sesuatu yang bagus untuk mendorong industrialisasi, karena di dalamnya itu paket lengkap. Hanya perlu dukungan dari pemerintah daerah untuk menyiapkan infrastrukturnya, lahan, dan lain sebagainya,” kata Sarmuji kepada wartawan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (12/10/2026).

Ditanya soal kemungkinan pembangunan kawasan industri di Jawa Timur, Sarmuji mengatakan hal itu bergantung pada potensi wilayah.

READ  KAI Luncurkan KA Ekonomi Kerakyatan untuk Lebaran 2026, Ini Detail Fasilitasnya

“Nanti tergantung mana potensi yang bisa dijadikan kawasan industri,” ujarnya.

Pernyataan itu disampaikan Sarmuji usai menerima penghargaan Lencana Jer Basuki Mawa Beya kategori emas dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam Upacara Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.

Pemprov Jatim memberikan penghargaan itu atas dedikasi Sarmuji dalam membangun Jawa Timur.

Sarmuji juga mengapresiasi kinerja Pemprov Jatim. Menurutnya, data yang dipaparkan Gubernur Khofifah menunjukkan pembangunan Jawa Timur berjalan cukup baik, dengan pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional dan tertinggi di kawasan Jawa.

“Itu menunjukkan kerja keras yang luar biasa dari pemerintah provinsi. Selamat juga kepada Provinsi Jawa Timur yang sudah mencapai hari jadi ke-81, dan prestasinya makin lama makin baik,” kata Sarmuji.

Sarmuji berterima kasih kepada Gubernur Khofifah dan jajarannya. Ia memandang penghargaan itu sebagai bentuk penilaian Gubernur dan jajarannya atas akumulasi perjalanannya selama ini.

“Saya matur suwun atas penghargaan ini. Saya merasa, sebagai warga Jawa Timur, diperhatikan oleh Gubernur dan timnya itu sudah luar biasa. Perjalanan saya selama ini diperhatikan, itu sudah merupakan penghargaan tersendiri bagi saya. Ini akan memotivasi saya untuk berbuat lebih baik,” ujarnya. (BEL)