INVESTORBISNIS.COM – Memasuki usia ke-13 tahun, Galeri Indonesia Kaya (GIK) terus menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk mengenal, menikmati, dan terlibat dalam berbagai bentuk seni dan budaya Indonesia.
Merayakan perjalanan tersebut, Galeri Indonesia Kaya kembali menghadirkan Wayang Jurnalis, dengan lakon Petruk Mantu, yang berkolaborasi dengan Wayang Orang Bharata.
Dalam pementasan ini, para jurnalis tampil langsung di atas panggung membawakan lakon yang menghibur sekaligus merasakan proses kreatif di balik seni pertunjukan wayang orang.
“Selama 13 tahun perjalanan Galeri Indonesia Kaya, kami bersyukur bisa terus tumbuh bersama masyarakat dalam mengenal, menikmati, dan merayakan keberagaman budaya Indonesia. Terima kasih juga kepada rekan-rekan jurnalis yang selama ini menjadi bagian penting dalam menyebarkan cerita tentang seni dan budaya Indonesia kepada masyarakat luas,” kata,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Galeri Indonesia Kaya.
Di momen ulang tahun ini, melalui Wayang Jurnalis, Galeri Indonesia Kaya mengajak teman-teman jurnalis merasakan pengalaman yang berbeda.
Jika biasanya jurnaliis berada di balik layar untuk meliput dan menceritakan sebuah pertunjukan, kali ini mereka berkesempatan untuk naik ke atas panggung dan menjadi bagian langsung dari proses kreatifnya.
“Bagi kami, inilah salah satu cara untuk terus tumbuh bersama Indonesia, dengan membuka ruang bagi lebih banyak orang untuk mengenal, mengalami, dan mencintai seni budaya Indonesia. Kami berharap pengalaman ini tidak hanya menjadi kenangan yang menyenangkan bagi para jurnalis, tetapi juga menumbuhkan kedekatan dan apresiasi yang lebih besar terhadap seni pertunjukan Tanah Air,” lanjutnya.
Sejak diresmikan pada 10 Oktober 2013, Galeri Indonesia Kaya telah dikunjungi lebih dari 1.000.0000 pengunjung dan menyelenggarakan lebih dari 3.000 pertunjukan dengan pendekatan kreatif yang memadukan kekayaan budaya Indonesia dan konsep kekinian.
Dalam perjalanannya, lebih dari 2.000 pekerja seni telah terlibat dalam berbagai kegiatan, mulai dari tari, teater, teater musikal, monolog, pertunjukan musik, apresiasi sastra, hingga kunjungan budaya.
Berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya Galeri Indonesia Kaya untuk menghadirkan seni dan budaya Indonesia dalam bentuk yang dekat, menarik, dan relevan bagi masyarakat lintas generasi.
Salah satu program yang menghadirkan bentuk partisipasi berbeda adalah Wayang Jurnalis.
Pertama kali diperkenalkan pada 2014, program ini mengajak para jurnalis untuk tidak hanya menjadi penikmat dan peliput seni, tetapi juga terlibat langsung sebagai pelaku seni.
Setelah sempat vakum sejak 2020, tahun ini Wayang Jurnalis kembali digelar untuk keenam kalinya melalui pementasan Petruk Mantu.
Kehadirannya kembali membuka kesempatan bagi para jurnalis untuk mengenal lebih dekat seni pertunjukan tradisional melalui pengalaman langsung di atas panggung.
Para jurnalis yang terlibat di Wayang Jurnalis tahun ini terdiri dari lintas media antara lain CNBC Indonesia, CNN Indonesia TV, Harian Kompas/Kompas.id, iNews TV, LKBN Antara, Narasi.tv, Popbela.com, Popmama.com, Suara.com, Urbanstories.id, Validnews.id.
Selama proses latihan seluruh jurnalis menunjukkan semangat yang besar untuk mempersembahkan yang terbaik bagi pertunjukan Wayang Jurnalis: Petruk Mantu.
Lakon Petruk Mantu menceritakan kisah Petruk yang berusaha meminang Endang Nilowati, sosok putri yang terkenal cantik, untuk anak laki-lakinya, Lengkung Kusumo.
Namun, tanpa disadari Petruk, Endang Nilowati ternyata juga merupakan dambaan hati Prabu Kalapudaksa, sosok yang dikenal garang dan congkak.
Dibumbui humor dan situasi yang penuh kejutan, Petruk Mantu menyuguhkan hiburan yang menggelitik sekaligus membawa penonton menyelami kekayaan kisah pewayangan dengan cara yang ringan dan menghibur.
Sutradara pementasan, Teguh ‘Kenthus’ Ampiranto mengatakan, kehadiran Galeri Indonesia Kaya memberikan arti penting bagi keberlangsungan seni pertunjukan.
GIK menjadi salah satu ruang yang memberikan kesempatan bagi para seniman untuk terus berkarya dan bertemu dengan masyarakat.
“Kami berterima kasih karena melalui ruang seperti ini, seni pertunjukan tradisional dapat terus hadir dan dinikmati dalam suasana yang lebih dekat dengan masyarakat,” kata Teguh.
“Pada Wayang Jurnalis kali ini, kami juga senang dapat kembali berbagi panggung dan proses berkesenian bersama rekan-rekan jurnalis. Semoga kolaborasi ini tidak hanya menghasilkan pertunjukan yang menghibur, tetapi juga menumbuhkan kecintaan yang lebih besar terhadap wayang dan seni pertunjukan Indonesia,” sambungnya.
Selain melibatkan para jurnalis dan seniman Wayang Orang Bharata, pementasan ini juga menghadirkan bintang tamu dalang cilik Kitama Arturo.
Kitama adalah seorang dalang cilik berumur 12 tahun yang memiliki keinginan untuk melestarikan budaya wayang kulit.
Ketertarikan Kitama terhadap dunia pewayangan mulai tumbuh sejak usia 6 tahun setelah mendapatkan hadiah wayang Gatotkaca dan beskap dalang.
Meski saat itu belum lancar membaca, ia sangat antusias mempelajari wayang melalui YouTube, buku cerita, dan bertanya kepada banyak orang tentang kisah pewayangan.
Melalui perayaan HUT ke-13 dan kembalinya Wayang Jurnalis, Galeri Indonesia Kaya berharap dapat terus membuka ruang bagi masyarakat untuk mengenal dan mengalami seni budaya Indonesia dengan cara yang beragam.
Perjalanan ini tidak lepas dari dukungan para seniman, komunitas, media, dan masyarakat yang bersama-sama menjaga agar kekayaan budaya Indonesia tetap hidup, berkembang, dan dekat dengan generasi masa kini. (ACR)













