Umum

Bandara Riyadh Diserang, 12 Tewas, 260 Penerbangan Dibatalkan

305
×

Bandara Riyadh Diserang, 12 Tewas, 260 Penerbangan Dibatalkan

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI: Bandara Riyadh Arab Saudi. (IST)

INVESTORBISNIS.COM – Bandara Riyadh Arab Saudi diserang, Sabtu (10/10/2026) waktu setempat. Insiden tersebut menjadi yang paling mematikan dalam konflik yang semakin memanas dengan Houthi di Yaman.

Arab Saudi menyatakan 12 orang tewas dan 309 lainnya luka-luka akibat serangan tersebut.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Otoritas penerbangan sipil Arab Saudi menyatakan bahwa operasional bandara ditangguhkan sementara sambil menunggu penilaian kerusakan. Beberapa korban luka berada dalam kondisi kritis.

Amerika Serikat memperingatkan warganya untuk menghindari bandara di ibu kota Arab Saudi tersebut.

Salah satu korban tewas adalah warga negara AS, menurut pihak Arab Saudi. Inggris menggambarkan insiden terbaru ini sebagai “serius” dan sejumlah maskapai penerbangan, termasuk maskapai nasional Kuwait, membatalkan penerbangan.

Dikutip dari Bloomberg, Presiden Donald Trump mengatakan ia berencana berbicara dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman. “Apa yang terjadi di Arab Saudi tidak dapat diterima,” katanya kepada wartawan Sabtu malam saat kembali ke Washington dari sebuah rapat umum politik.

Sebelumnya, pada hari yang sama, Trump mengatakan jika AS mungkin mempertimbangkan apakah akan bergabung dengan koalisi yang dipimpin Arab Saudi dalam memerangi pemberontak Houthi.

Sekitar 260 penerbangan ke dan dari Riyadh dibatalkan pada Sabtu dan 219 penerbangan lainnya ditunda, menurut data dari pemantau lalu lintas udara Flightradar24.

Bandara Internasional Raja Khalid di Riyadh mengeluarkan peringatan kepada para penumpang agar menghubungi maskapai penerbangan secara langsung dan memastikan status penerbangan mereka sebelum berangkat ke bandara.

Tiga warga negara Saudi tewas dalam serangan di bandara tersebut pada hari Kamis dan beberapa lainnya terluka, sementara sebuah pesawat Saudia Airlines mengalami kerusakan, demikian menurut pihak berwenang Saudi.

READ  Mandek hingga 2024, ESDM Siapkan Program Konversi Motor Listrik dengan Skema Baru

Serangan-serangan sebelumnya pada minggu ini menewaskan satu orang di bandara utama ibu kota dan dua orang di bandara Abha. Kedua serangan tersebut diklaim oleh kelompok militan Houthi yang didukung Iran di Yaman.

Kelompok Houthi saat ini menghadapi serangan darat dari koalisi yang dipimpin Arab Saudi di Yaman.

Pasukan dari pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dan angkatan udara Arab Saudi sedang berupaya merebut kembali wilayah yang direbut oleh kelompok militan tersebut selama sebulan terakhir di dekat Selat Bab el-Mandeb yang strategis.

Serangan tersebut dimulai pada hari Minggu dan koalisi menyatakan telah merebut kembali wilayah, termasuk kota pelabuhan Mokha di Laut Merah.

Kelompok yang dipimpin Arab Saudi tersebut menyatakan tujuannya adalah untuk “menghapus” kelompok Houthi, yang menguasai wilayah tempat tinggal sekitar 70 persen penduduk Yaman, termasuk ibu kota, Sanaa.

Ketika ditanya oleh wartawan apakah AS akan bergabung dalam serangan Arab Saudi terhadap pemberontak Houthi, Trump menjawab, “Mungkin saja. Kami akan mempertimbangkannya.”

Hingga saat ini, pemerintahan Trump masih enggan untuk lebih terlibat dalam serangan militer Arab Saudi tersebut. (QLB)