Bisnis

Semen Gresik Dorong Inovasi Material Hijau untuk Konstruksi Rendah Karbon

276
×

Semen Gresik Dorong Inovasi Material Hijau untuk Konstruksi Rendah Karbon

Sebarkan artikel ini
KA-KI: Direktur Utama PT Semen Gresik, Gatot Mardiana, Chairperson Green Building Council Indonesia, Ignesjz Kemalawarta, dan Kontem Kreator Andy Sugar di acara Indonesia Green Building Festival (IGBF) 2026 yang diselenggarakan di Ballroom Shangri-La Hotel Surabaya, Selasa (29/9/2026). (NOFIANISA/IB)

INVESTORBISNIS.COM – Perubahan iklim yang ditandai peningkatan suhu dan perubahan pola cuaca menjadi tantangan bagi pembangunan.

Di tengah kebutuhan infrastruktur yang terus meningkat, pembangunan dituntut tidak hanya memenuhi aspek fungsi dan performa, tetapi juga mampu menekan dampak lingkungan dan jejak karbon.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Berkomitmen untuk terus mendorong pembangunan berkelanjutan melalui operasi yang bertanggung jawab dan produk rendah karbon, PT Semen Gresik, anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), terus memperkuat komitmennya dalam penerapan green industry dan pembangunan berkelanjutan melalui dukungan terhadap Indonesia Green Building Festival (IGBF) 2026 yang diselenggarakan Green Building Council Indonesia (GBCI) di Auditorium Shangri-La Hotel Surabaya, Selasa (29/9/2026).

Mengusung tema “Mengintegrasikan Kebijakan Preservasi, Tolok Ukur Hijau, dan Penggunaan Material Berkelanjutan untuk Mewujudkan Infrastruktur Rendah Karbon”, kegiatan ini menjadi forum kolaborasi strategis yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas penguatan kebijakan, penerapan tolok ukur hijau, serta penggunaan material berkelanjutan dalam mendukung pembangunan infrastruktur rendah karbon.

IGBF 2026 merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang diselenggarakan induk perushaaan SIG bersama GBCI di lima kota besar di Indonesia, yaitu Bandung, Yogyakarta, Makassar, Denpasar, dan Surabaya.

Rangkaian ini menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara industri, pemerintah, akademisi, praktisi, serta pemangku kepentingan sektor konstruksi dalam mendorong penerapan prinsip pembangunan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Direktur Utama PT Semen Gresik, Gatot Mardiana, menyampaikan, keberlanjutan telah menjadi bagian integral dari strategi perusahaan dalam menjalankan operasional sekaligus mengembangkan produk dan solusi konstruksi.

Menurutnya, transformasi menuju industri yang lebih hijau membutuhkan integrasi aspek lingkungan ke dalam proses bisnis dan inovasi yang dilakukan secara berkelanjutan.

READ  Cokelat Mojopahit, Dari Wisata Desa Jadi Brand Premium Berbasis Kakao Lokal

“Bagi Semen Gresik, green industry merupakan bagian dari transformasi bisnis untuk menciptakan nilai jangka panjang. Di Semen Gresik Pabrik Rembang, pendekatan tersebut kami lakukan mulai dari proses produksi hingga pengembangan produk. Kami memiliki semen hijau dengan intensitas emisi hingga 28 persen lebih rendah dibandingkan semen konvensional pada umumnya,” terang Gatot.

Ia melanjutkan, Semen Gresik menerapkan prinsip ekonomi sirkular untuk menciptakan proses produksi berkelanjutan melalui pemanfaatan bahan bakar alternatif seperti Refuse-Derived Fuel (RDF), limbah industri, dan biomassa.

Melalui kolaborasi ini, SG dan GBCI dapat saling melengkapi. GBCI memiliki peran dalam mendorong pemahaman dan penerapan prinsip bangunan hijau, sementara SG hadir melalui produk dengan proses produksi yang ramah lingkungan.

“Karena itu, IGBF menjadi salah satu momentum untuk kolaborasi sekaligus mendorong penggunaan material bangunan yang lebih ramah lingkungan dan rendah emisi,” jelasnya.

Sementara itu, Chairperson Green Building Council Indonesia, Ignesjz Kemalawarta menyampaikan bahwa penerapan prinsip bangunan hijau membutuhkan pendekatan yang terintegrasi antara kebijakan, desain, performa bangunan, dan material yang digunakan.

Keterlibatan industri bahan bangunan menjadi bagian penting dalam memperluas penerapan pembangunan rendah karbon.

“Bangunan dan properti turut berkontribusi dalam pencapaian target net zero emission Indonesia pada 2060. Untuk mewujudkannya, diperlukan kolaborasi dan inovasi di seluruh rantai industri agar transformasi menuju pembangunan rendah karbon berjalan konsisten dan sejalan dengan komitmen Indonesia melalui Nationally Determined Contribution (NDC),” jelasnya.

Melalui kolaborasi bersama GBCI dan berbagai pemangku kepentingan, Semen Gresik terus mendorong pengembangan produk dan solusi konstruksi yang mengedepankan kualitas, performa, durabilitas, efisiensi sumber daya, dan aspek keberlanjutan.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari kontribusi perusahaan bersama SIG dalam memperkuat ekosistem konstruksi hijau, mendukung pembangunan rendah karbon, serta mendukung pencapaian target Net Zero Emission 2060. (BJE)