Umum

IFBC 2026 Surabaya Ajak UMKM Naik Kelas untuk Perkuat Merek Lokal

208
×

IFBC 2026 Surabaya Ajak UMKM Naik Kelas untuk Perkuat Merek Lokal

Sebarkan artikel ini
KOMPAK: Pembukaan Info Franchise & Business Concept Expo (IFBC) 2026 hari ini, Jumat (11/9/2026). IFBC 2026 Surabaya mempertemukan 180 merek yang ada di 89 stand. (NOFIANISA/IB)

INVESTORBISNIS.COM – Info Franchise & Business Concept Expo (IFBC) 2026 digelar mulai hari ini, Jumat (11/9/2026) hingga 13 September 2026 di Grand City Mall and Convex Surabaya.

Mengusung tema “Grow Beyond Boundaries”, IFBC 2026 Surabaya merupakan penyelenggaraan ke-181. Perhelatan kali ini melibatkan 180 merek yang tersebar di 89 stand.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rachman mengatakan, IFBC merupakan barometer sekaligus cermin perkembangan kewirausahaan Indonesia.

“Tema Grow Beyond Boundaries sangat relevan karena mendorong pelaku usaha untuk melampaui batas geografis, skala bisnis, sekaligus cara berpikir dalam mengembangkan kewirausahaan,” kata Bagus saat membuka IFBC 2026 Surabaya, Jumat (11/9/2026).

Bagus mengungkapkan, IFBC telah memiliki perjalanan panjang selama lebih dari dua dekade dan menjadi wadah konsolidasi industri waralaba di berbagai kota besar Indonesia.

“Franchise atau waralaba ini merupakan sebuah bisnis platform yang sangat diperlukan para pengusaha mikro, kecil, dan menengah Indonesia,” jelasnya.

Menurut Bagus, sebuah merek pada dasarnya memiliki nilai tambah. Karena itu, sistem waralaba dapat menjadi strategi pemasaran dan ekspansi bagi UMKM agar mampu meningkatkan skala bisnis.

Kementerian UMKM juga berkomitmen mendukung perkembangan waralaba nasional, termasuk mendorong semakin banyak merek lokal memiliki Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW) dan mampu melakukan ekspansi ke pasar internasional.

“Komitmen Kementerian UMKM adalah bagaimana franchise Indonesia tidak hanya berjaya di dalam negeri, tetapi juga mampu berkembang ke luar negeri,” ujarnya.

Bagus menambahkan, sektor waralaba saat ini tidak hanya bergerak pada makanan dan minuman, tetapi telah berkembang ke berbagai bidang seperti pendidikan, kesehatan, kecantikan, jasa, hingga sektor lainnya.

Kondisi tersebut membuat industri waralaba semakin inklusif dan berpotensi menjadi kendaraan bagi generasi muda serta calon pengusaha untuk memasuki dunia bisnis secara lebih sistematis.

READ  Langit Surabaya Bersiap Sambut Blue Moon, Ini Waktu Terbaik Mengamatinya

Dalam kesempatan yang sama, Advisor Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) sekaligus Wakil Ketua Bidang Perdagangan DPN Apindo, Jahja B. Soenarjo, menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha untuk memperkuat industri waralaba nasional.

Ia menyebut Kementerian Perdagangan, Kementerian UMKM, dan Bappenas telah menunjukkan dukungan terhadap pengembangan industri waralaba Indonesia.

AFI saat ini juga tengah mempersiapkan kembali cetak biru dan roadmap industri waralaba nasional agar pengembangan sektor tersebut memiliki arah yang lebih jelas, baik untuk pasar domestik maupun global.

“Kita ingin waralaba Indonesia memiliki arah yang jelas, baik ke dalam maupun ke luar negeri,” ujarnya.

Jahja menilai keberadaan STPW juga perlu terus didorong karena menjadi salah satu bagian penting dalam membangun industri waralaba yang lebih tertata dan berdaya saing.

Sejumlah merek lokal Indonesia bahkan telah berhasil melakukan ekspansi internasional. Salah satunya adalah Alfamart.

General Manager Franchise Marketing PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, Tommy Sugianto, mengungkapkan, pihaknya saat ini telah memiliki sekitar 6.000 mitra yang membuka gerai melalui skema kemitraan.

Menurutnya, kemitraan tidak hanya sebatas membuka gerai, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan transfer pengetahuan kepada mitra, yang di antaranya adalah UMKM.

“Mitra mendapatkan pendampingan mulai dari menentukan lokasi usaha, membaca laporan, membuat laporan keuangan, hingga berbagai aspek operasional bisnis lainnya,” ujarnya.

Tommy melanjutkan, Alfamart juga telah melakukan ekspansi ke luar negeri, di antaranya Filipina dengan sekitar 2.300 toko, serta Bangladesh sekitar 10 toko.

Public Relations IFBC 2026 Surabaya, Ferdi Ferdianto, mengatakan, IFBC menghadirkan beragam peluang usaha dan penawaran menarik bagi calon mitra, mulai dari potongan franchise fee hingga berbagai promo khusus selama pameran berlangsung.

READ  Perguruan Tinggi Diminta Perkuat Inkubator Bisnis

“Tidak hanya menawarkan peluang bisnis, IFBC 2026 Surabaya juga menghadirkan agenda edukasi bagi pengunjung. Termasuk mengenai pengembangan UMKM menjadi waralaba, pengurusan perizinan, hingga pendaftaran dan perlindungan merek,” jelas Fredy.

Sejumlah instansi turut memberikan layanan dan edukasi, di antaranya Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Surabaya.

“Dengan mempertemukan pemerintah, asosiasi, franchisor, investor, UMKM, calon mitra usaha, dan berbagai pemangku kepentingan, IFBC 2026 Surabaya diharapkan tidak sekadar menjadi ajang pameran, tetapi menjadi momentum memperkuat kolaborasi dan membuka lebih banyak peluang usaha,” paparnya.

Fredy menyebut jika semangat yang dibawa IFBC 2026 Surabaya pun semakin jelas, yaitu mendorong UMKM naik kelas, memperkuat merek lokal, dan membawa waralaba Indonesia melampaui batas hingga mampu bersaing di pasar global.

“Pameran IFBC diharapkan menjadi wadah strategis bagi pelaku bisnis, calon investor, mitra usaha, dan masyarakat untuk menjalin kolaborasi sekaligus menggali potensi bisnis yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan,” pungkasnya. (IGV)