Headline

Inflasi Jatim Agustus 2026 Tertinggi di Sumenep, Nyaris Sentuh 4 Persen

216
×

Inflasi Jatim Agustus 2026 Tertinggi di Sumenep, Nyaris Sentuh 4 Persen

Sebarkan artikel ini
BUDAYA: Gapura Masjid Jamik Sumenep menjadi salah satu ikon kabupaten di Pulau Madura tersebut. (IST)

INVESTORBISNIS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada bulan Agustus 2026 Jawa Timur mencatat inflasi 3,32 persen secara tahunan (year on year/y-on-y).

Inflasi terutama dipengaruhi kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, makanan, minuman dan tembakau, serta transportasi.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Plt. Kepala BPS Jatim ,Herum Fajarwati mengatakan, inflasi tahunan tersebut tercermin dari kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 108,65 pada Agustus 2025 menjadi 112,26 pada Agustus 2026.

“Pada Agustus 2026 terjadi inflasi year on year sebesar 3,32 persen dengan Indeks Harga Konsumen sebesar 112,26,” kata Herum, Selasa (1/9/2026).

Ia menjelaskan, secara bulanan, Jawa Timur juga mengalami inflasi sebesar 0,34 persen pada Agustus 2026. Sementara secara kumulatif sejak awal tahun, inflasi tercatat 1,82 persen.

“Inflasi tahunan Agustus 2026 tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebesar 2,17 persen dan Agustus 2024 sebesar 2,05 persen,” sambungnya.

Herum menjelaskan, BPS mencatat 11 kelompok pengeluaran mengalami inflasi secara tahunan.

Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi salah satu penyumbang terbesar dengan inflasi 9,09 persen. “Kelompok ini memberikan andil 0,64 persen terhadap inflasi Jawa Timur,” ungkapnya.

Kenaikan tersebut terutama dipengaruhi emas perhiasan yang memberikan andil 0,52 persen.

Komoditas lain yang turut menyumbang inflasi dari kelompok ini antara lain pasta gigi, pembalut wanita, dan bedak.

Kelompok makanan, minuman dan tembakau juga menjadi penyumbang penting.

“Kelompok tersebut mengalami inflasi 4,36 persen dan memberikan andil 1,20 persen terhadap inflasi tahunan Jawa Timur,” jelasnya.

Di dalam kelompok tersebut, daging ayam ras menjadi salah satu komoditas dengan kontribusi terbesar, yakni 0,29 persen.

Daging sapi, cabai rawit dan minyak goreng masing-masing memberikan andil 0,13 persen, sedangkan beras menyumbang 0,11 persen.

READ  Progres Pembangunan Gedung Kesehatan Politeknik Negeri Madura Capai 50,7 Persen, Target Rampung Agustus 2026

Di sisi lain, sejumlah komoditas menahan laju inflasi. BPS mencatat bawang merah memberikan andil deflasi sebesar 0,18 persen, telur ayam ras 0,11 persen, kelapa 0,05 persen, dan tomat 0,02 persen.

Herum menjelaskan, tekanan inflasi juga datang dari kelompok transportasi yang mengalami inflasi tahunan 4,65 persen dengan andil 0,58 persen.

Kenaikan tersebut terutama berasal dari bensin yang memberikan andil 0,24 persen dan angkutan udara sebesar 0,20 persen.

Sepeda motor memberikan andil 0,05 persen, sementara mobil 0,03 persen.

Meski demikian, kelompok transportasi justru mengalami deflasi secara bulanan sebesar 0,18 persen.

Penurunan terutama dipengaruhi tarif angkutan udara yang memberikan andil deflasi 0,17 persen dan bensin 0,02 persen.

Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran juga mengalami inflasi tahunan sebesar 2,67 persen dan memberikan andil 0,29 persen.

“Komoditas nasi dengan lauk menjadi penyumbang terbesar dengan andil 0,07 persen,” katanya.

Sementara itu, kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan mencatat inflasi 2,32 persen dengan andil 0,15 persen. Kenaikan terutama berasal dari laptop/notebook dan telepon seluler.

Herum mengungkap, dari 11 kabupaten/kota yang menjadi wilayah penghitungan IHK di Jawa Timur, pada Agustus 2026 seluruhnya secara tahunan mengalami inflasi.

“Sumenep mencatat inflasi tertinggi sebesar 3,99 persen dengan IHK 116,04. Berikutnya Kota Madiun sebesar 3,41 persen, Kota Malang 3,31 persen, Kota Kediri 3,28 persen, dan Kota Probolinggo 3,10 persen,” tegasnya.

Kota Surabaya mencatat inflasi tahunan sebesar 3,62 persen dengan IHK 112,53 atau lebih tinggi dari Jawa Timur. Sementara inflasi terendah terjadi di Banyuwangi sebesar 2,69 persen dengan IHK 112,60.

Wilayah lainnya mencatat inflasi tahunan masing-masing Kabupaten Bojonegoro 3,06 persen, Jember 3,04 persen, Kabupaten Gresik 3,01 persen, dan Kabupaten Tulungagung 3,00 persen.

READ  OJK Dorong Percepatan Spin Off Asuransi Syariah, Ditargetkan Rampung Desember 2026

Secara bulanan, Banyuwangi mencatat inflasi tertinggi sebesar 0,86 persen, disusul Kabupaten Gresik 0,66 persen. Sedangkan inflasi bulanan terendah terjadi di Kota Surabaya sebesar 0,09 persen. (LMW)