Umum

Hingga Hari ke-8, Gempa NTT Renggut 87 Jiwa dan Korban Luka Capai 1.298 Orang

287
×

Hingga Hari ke-8, Gempa NTT Renggut 87 Jiwa dan Korban Luka Capai 1.298 Orang

Sebarkan artikel ini
RAWAT: Pelayanan kesehatan bagi warga terdampak gempa NTT M7,7 di Nusa Tenggara Timur. (IST)

INVESTORBISNIS.COM – Pos Pendamping Nasional yang dikoordinasikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan pemutakhiran data penanganan darurat gempa bumi Magnitudo 7,7 Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (22/8/2026).

Gempa susulan yang terjadi mencapai lebih dari 5.000 kali. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mencatat fenomena tersebut hingga Jumat (21/8/2026), pukul 05.00 WIB terjadi sebanyak 5.012 kali.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan mengatakan, magnitudo terbesar tercatat M6,2 dan terkecil M1,1.

“Dari total kejadian, sebanyak 124 gempa susulan yang dirasakan warga,” kata Berton, Minggu (23/8/2026).

Dilihat pada dampak korban jiwa, Pos Pendamping Nasional mencatat korban meninggal dunia sebanyak 87 jiwa hingga Sabtu (22/8/2026), pukul 16.00 WIB.

Rincian korban jiwa tersebut meliputi 31 jiwa di Kabupaten Manggarai, 30 jiwa di Manggarai Timur, 13 jiwa di Nagekeo, 9 jiwa di Sikka, 4 jiwa di Ngada, 2 jiwa di Ende, dan 1 jiwa di Manggarai Barat.

Sedangkan korban luka mencapai total 1.298 orang, dengan rincian 336 luka berat, 61 luka sedang, 895 luka ringan, dan 6 lainnya masih dalam proses pendataan.

“Mayoritas korban luka berada di Kabupaten Manggarai Timur sebanyak 643 jiwa dan Kabupaten Manggarai sebanyak 285 jiwa,” ujarnya.

Jumlah pengungsi sementara juga tercatat mencapai 150.576 jiwa yang tersebar di Kabupaten Manggarai sebanyak 41.427 jiwa, Nagekeo 34.256 jiwa, Manggarai Timur 31.372 jiwa, Manggarai Barat 19.954 jiwa, Sikka 17.587 jiwa, Ende 3.429 jiwa, dan Ngada 2.551 jiwa.

Untuk memastikan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak yang menjadi prioritas, Pos Pendukung Logistik Nasional (Posduklognas) di Halim Perdanakusuma per Sabtu (22/6/2026) pukul 13.00 WIB melaporkan pendistribusian 147 ton bantuan logistik melalui 10 sorti penerbangan pada hari ini. Jumlah tersebut terbagi atas 70 ton yang dikirim ke Labuan Bajo dan 77 ton ke Maumere.

READ  Prasarana Transportasi Rusak Akibat Gempa NTT, Mulai Pelabuhan hingga Kapal Penumpang

“Secara kumulatif sejak 15 hingga 22 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 954 ton melalui 68 sorti penerbangan, dengan rincian 651 ton ke Labuan Bajo dan 303 ton ke Maumere,” ungkapnya.

Sementara itu, jumlah personel gabungan yang terlibat dalam penanganan darurat sejak hari pertama gempa terjadi hingga kini tercatat ribuan orang.

“Pos Pendamping Nasional merilis jumlah personel, di antaranya dari TNI 5.832 personel, Polri 238 personel, relawan 903 orang dari 104 organisasi. Angka tersebut belum termasuk sejumlah tim yang diterjunkan kementerian dan lembaga, termasuk BNPB,” kata Berton. (HAW)