Umum

Gandeng ION, Kementerian Ekraf Jajaki Perluasan Pasar Digital

208
×

Gandeng ION, Kementerian Ekraf Jajaki Perluasan Pasar Digital

Sebarkan artikel ini
KOMUNIKASI: Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekraf, Irene Umar (kanan), berdialog dengan Head Steering Committee ION, Sachin Gopalan (kedua kiri) saat menerima audiensi Indonesia Open Network (ION) di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Rabu (19/8/2026). (IST)

INVESTORBISNIS.COM – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menjajaki kolaborasi dengan Indonesia Open Network (ION), untuk memperluas akses pasar digital dan meningkatkan daya saing pelaku ekonomi kreatif Indonesia.

Hal tersebut dibahas dalam audiensi Wakil Menteri (Wamen) Ekraf, Irene Umar, bersama ION di kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mempercepat transformasi digital sekaligus memperluas akses komersialisasi produk kreatif lokal ke pasar global.

“Kemitraan bersama ION menjadi momentum penting untuk membuka akses pasar digital yang lebih luas dan inklusif bagi seluruh kreator Tanah Air. Integrasi teknologi ini tidak hanya memperkuat infrastruktur bisnis para pelaku usaha, tetapi juga dapat melipatgandakan daya saing serta nilai ekonomi karya kreatif nasional di kancah global,” ujar Irene.

Audiensi ini membahas potensi pemanfaatan ION dalam mendukung pengembangan ekosistem ekonomi kreatif, mulai dari perluasan akses pasar dan pemasaran digital, perdagangan lintas batas, pembiayaan, perlindungan kekayaan intelektual, hingga pemanfaatan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI).

Kedua pihak juga mendiskusikan peluang sinergi berbagai program strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang berkelanjutan, dari daerah hingga tingkat nasional.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah Kementerian Ekraf, sektor ekonomi kreatif terus mencatatkan kinerja positif dengan realisasi investasi mencapai Rp 183,01 triliun dan nilai ekspor sebesar USD 31,94 miliar pada 2025.

Capaian tersebut didukung penyerapan 27,40 juta tenaga kerja yang didominasi oleh generasi muda, serta kontribusi signifikan dari 21 subsektor ekonomi kreatif.

“Kolaborasi pemanfaatan teknologi dan ekosistem jaringan terbuka dari ION bisa menjadi ruang yang tepat untuk mendukung digitalisasi serta perlindungan kekayaan intelektual ekonomi kreatif, dimana rencana pembentukan tim kerja bersama ini nantinya akan dikoordinasikan lebih lanjut kepada tim ekraf yang sesuai bidangnya,” ujarnya.

READ  Perkuat Kedaulatan Digital Timur Indonesia, Telkom Resmikan Edge Data Center neuCentrIX di Jayapura

“Namun, tantangan terbesarnya adalah membangun kapasitas pelaku usaha agar mampu beradaptasi secara optimal, sehingga kolaborasi yang adil dan berkelanjutan ini dapat segera diimplementasikan,” tambah Irene.

ION dikembangkan melalui kerja sama Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sebagai bagian dari inisiatif Kerja Sama Digital Indonesia–India.

Infrastruktur ini dirancang untuk mengintegrasikan berbagai aplikasi dan layanan guna mendukung akses pelaku ekonomi kreatif terhadap pasar digital, logistik, pembayaran, pembiayaan, asuransi, pengembangan keterampilan, serta perdagangan berbasis AI.

“Kami sangat mengapresiasi waktu dan diskusi bersama Ibu Wamen Ekraf, serta berharap dapat berkolaborasi membentuk tim kerja bersama pemerintah, karena ION tidak dapat berhasil sendiri, kami membutuhkan banyak kolaborasi dengan pemerintah dan pihak-pihak yang memiliki visi sama guna membangun ekosistem yang memberdayakan talenta muda, UMKM, dan pelaku ekonomi kreatif lokal,” jelas Head Steering Committee ION, Sachin Gopalan. (JFR)