Investasi

PAL Gandeng ITS Surabaya dan Unhas Makassar

241
×

PAL Gandeng ITS Surabaya dan Unhas Makassar

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI: Dibutuhkan penguatan sinergi antara perguruan tinggi dan PT PAL dalam mempercepat penguasaan teknologi sekaligus mendorong industrialisasi sektor perkapalan nasional. (IST)

INVESTORBISNIS.COM – PT PAL Indonesia siap memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dalam pengembangan riset dan teknologi untuk memperkuat kapasitas industri galangan kapal dalam negeri.

Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod menyampaikan hal ini menanggapi arahan Presiden RI, Prabowo Subianto kepada Mendiktisaintek, Brian Yuliarto, terkait penguatan sinergi antara perguruan tinggi dan PT PAL dalam mempercepat penguasaan teknologi sekaligus mendorong industrialisasi sektor perkapalan nasional.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Kaharuddin menegaskan industri perkapalan merupakan sektor strategis yang memiliki kemampuan mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu dan kompetensi industri nasional dalam satu produk bernilai tinggi.

Karena itu, kata dia, keterlibatan perguruan tinggi dan lembaga riset akan semakin memperkuat kemampuan industri dalam mengembangkan teknologi dan menyelesaikan berbagai tantangan teknis yang dihadapi industri perkapalan.

“Sinergi tersebut juga penting untuk memastikan hasil riset dapat diimplementasikan menjadi inovasi yang memberikan nilai tambah bagi industri nasional. Saat ini PT PAL juga telah berkolaborasi dengan universitas dalam negeri seperti ITS dan Unhas (Universitas Hasanuddin Makassar, Red),” ujarnya.

Lebih lanjut, Kaharuddin mengungkapkan bahwa dalam lima tahun terakhir, PT PAL telah menjalankan transformasi menyeluruh melalui modernisasi fasilitas produksi, implementasi Industri Maritim 4.0 (IM4), digitalisasi proses bisnis, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, hingga penguatan tata kelola perusahaan.

Transformasi tersebut telah mendorong peningkatan produktivitas dan efisiensi proses produksi sekaligus memperkuat daya saing PT PAL di pasar domestik maupun internasional.

Meski demikian, Kaharuddin mengatakan upaya menjadikan Indonesia sebagai kekuatan maritim dunia tidak dapat dilakukan oleh industri secara sendiri.

Transformasi industri maritim membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pemangku kepentingan.

READ  PAL Mulai Orkestrasi Industri Galangan Kapal Nasional

“Transformasi ini harus menjadi gerakan bersama. Dibutuhkan dukungan pemerintah, industri pendukung, lembaga keuangan, perguruan tinggi, hingga lembaga riset agar ekosistem industri maritim nasional tumbuh secara berkelanjutan,” tegasnya.

PT PAL meyakini kebangkitan industri perkapalan akan menjadi salah satu fondasi penting menuju Indonesia Emas 2045.

Selain memperkuat kemandirian industri strategis nasional, pertumbuhan sektor ini juga berpotensi menciptakan lapangan kerja berkualitas, meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri, memperluas pasar ekspor, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan maritim dunia. (OKB)