Bisnis

Indonesia-Tiongkok Teken 30 Kerja Sama senilai Rp 31,1 Triliun

235
×

Indonesia-Tiongkok Teken 30 Kerja Sama senilai Rp 31,1 Triliun

Sebarkan artikel ini
AKRAB: Pertemuan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto dengan dengan Wakil Gubernur Pemerintah Provinsi Fujian RRT H.E. Zhao Zenglian, di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (21/7/2026). (IST)

INVESTORBISNIS.COM – Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Provinsi Fujian Republik Rakyat Tiongkok (RRT) menyepakati untuk mendorong penyusunan daftar potensi proyek dan sektor prioritas.

Kesepakatan ini sebagai dasar pengembangan kerja sama Two Countries Twin Parks (TCTP), yang lebih konkret dan berorientasi pada kebutuhan kedua negara.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Hal itu menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan Wakil Gubernur Pemerintah Provinsi Fujian RRT H.E. Zhao Zenglian, di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Implementasi program TCTP bertujuan untuk memperkuat kerja sama ekonomi melalui peningkatan perdagangan, investasi, dan pengembangan industri.

“Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, pengembangan KEK Industropolis Batang yang telah diresmikan sejak 20 Maret 2025, sebagai Shenzhen-nya Indonesia, diharapkan dapat segera diwujudkan. Salah satunya melalui percepatan implementasi berbagai proyek konkret dalam kerangka program TCTP,” kata Airlangga dikutip dari keterangan resminya Kamis (23/7/2026).

Lebih lanjut Airlangga menyampaikan apresiasi terhadap dukungan dan kerja sama konkret yang telah terjalin antara Pemerintah Provinsi Fujian dan Pemerintah Indonesia, sekaligus mendorong percepatan implementasi program TCTP.

Dalam kerangka program TCTP, Indonesia dan RRT telah membangun berbagai kerja sama antara kawasan ekonomi dan industri, pemerintah daerah, serta pelaku usaha kedua negara.

Hingga saat ini, sebanyak 30 nota kesepahaman telah ditandatangani dengan estimasi nilai investasi sekitar Rp 37,1 triliun.

Di sisi lain, Wakil Gubernur Zhao menyampaikan beberapa langkah strategis untuk mempercepat implementasi program TCTP.

Yaitu dengan memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan, identifikasi proyek dan sektor prioritas, serta penyusunan langkah tindak lanjut agar kerja sama dapat diimplementasikan secara lebih efektif dan terarah.

“Kami siap untuk bersama-sama dengan Pemerintah Indonesia dalam mendorong perkembangan kawasan dalam program TCTP dan berkomitmen untuk mengidentifikasi sektor-sektor prioritas yang berpotensi dikembangkan bersama dengan Provinsi Fujian,” ungkap Zhao.

READ  Ekonomi Digital Menuju USD 300 Miliar, Indonesia Resmi jadi Founding Member WAICO

Berbagai upaya juga sudah dilakukan untuk memperkuat ekosistem pendukung implementasi TCTP, antara lain melalui penguatan fasilitasi perdagangan, koordinasi kepabeanan, dukungan terhadap kelancaran arus barang, serta peningkatan akses pasar.

Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan iklim usaha yang semakin kondusif, sekaligus meningkatkan daya tarik investasi di kawasan TCTP.

Kedua belah pihak juga menegaskan komitmen untuk terus memperkuat koordinasi dan mempercepat implementasi program TCTP melalui penyusunan langkah tindak lanjut yang terukur. Pemerintah Indonesia juga akan mengintegrasikan berbagai masukan yang diperoleh dalam pertemuan tersebut ke dalam penyusunan masterplan implementasi sebagai acuan pelaksanaan program ke depannya.

Menutup pertemuan, Zhao mewakili Pemerintah RRT dan Pemerintah Provinsi Fujian menyampaikan undangan resmi secara langsung kepada Airlangga untuk menghadiri acara China International Fair for Investment and Trade (CIFIT) yang akan diselenggarakan di Kota Xiamen pada 8 September 2026 mendatang.

Acara ini merupakan salah satu pameran investasi internasional terbesar di dunia yang fokus pada promosi investasi dua arah dan perdagangan global. (GYN)