Bisnis

RANS Entertainment Resmi IPO, Himpun Dana Rp 429,25 Miliar dan Saham Langsung ARA

242
×

RANS Entertainment Resmi IPO, Himpun Dana Rp 429,25 Miliar dan Saham Langsung ARA

Sebarkan artikel ini
KOMPAK: Pasangan selebriti Raffi Ahmad dan Nagita Slavina ada di balik kesuksesan RANS Entertainment melantai di buras. (IST)

INVESTORBISNIS.COM – PT RANS Entertainment Indonesia Tbk resmi mencatatkan saham perdananya (Initial Public Offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (10/7/2026).

Melalui aksi korporasi ini, perusahaan yang didirikan oleh Raffi Ahmad dan Nagita Slavina berhasil menghimpun dana sebesar Rp 429,25 miliar.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Pada perdagangan perdana, saham perusahaan dengan kode bursa RANS dibuka sesuai harga penawaran umum sebesar Rp 170 per saham.

Tak lama berselang, saham perseroan langsung melonjak hingga menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA), naik 34,12 persen menjadi Rp 228 per saham.

Antusiasme tersebut mencerminkan tingginya minat investor terhadap emiten yang bergerak di sektor media, hiburan, dan gaya hidup tersebut.

Sebelum pencatatan saham, RANS menawarkan sebanyak 2,525 miliar lembar baru atau sekitar 20,02 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Penawaran umum saham tersebut dipatok pada harga Rp 170 per saham.

Perseroan menyatakan dana hasil IPO akan dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan strategis perusahaan.

Di antaranya, pelunasan sebagian utang, pengembangan wahana edukasi Cipungland, penyelenggaraan konser, pengembangan bisnis berbasis kecerdasan buatan (AI), akuisisi usaha di sektor kosmetik, serta penambahan modal kerja.

Minat investor terhadap IPO RANS juga tercermin dari tingginya jumlah pemesanan selama masa penawaran umum.

Berdasarkan data yang dipublikasikan menjelang pencatatan saham, antrean pemesanan mencapai lebih dari satu juta lot, bahkan disebut melibatkan hampir satu juta investor.

Dalam sambutannya pada seremoni pencatatan saham perdana, manajemen RANS menyampaikan bahwa IPO bukan menjadi akhir perjalanan perusahaan, melainkan awal untuk mempercepat ekspansi bisnis dan memperkuat tata kelola sebagai perusahaan terbuka. (LSF)

READ  Terminal Teluk Lamong Tumbuh 13 Persen, Perkuat Jawa Timur sebagai Pusat Logistik Indonesia Timur