Umum

Realisasi KUR BRI hingga Mei 2026 Capai Rp 84,36 Triliun

344
×

Realisasi KUR BRI hingga Mei 2026 Capai Rp 84,36 Triliun

Sebarkan artikel ini
BANTUAN: Sepanjang Januari hingga Mei 2026, realisasi penyaluran KUR BRI telah mencapai Rp 84,36 triliun atau 46,87 persen dari total alokasi tahun 2026 sebesar Rp 180 triliun. (IST)

INVESTORBISNIS.COM – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) terus memperkuat transformasi bisnis dan menjaga kinerja positif di bawah supervisi Danantara.

Langkah ini dilakukan untuk memperluas kontribusi perusahaan terhadap perekonomian nasional, khususnya melalui pemberdayaan UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Kinerja BRI sepanjang 2025 menjadi salah satu fondasi utama perusahaan dalam menciptakan nilai tambah bagi negara.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026, BRI menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp 52,1 triliun atau Rp 346 per saham, yang berasal dari laba bersih tahun buku 2025.

Tren positif tersebut berlanjut pada kuartal I/2026. Emiten dengan kode BBRI di lantai bursa itu membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp 15,5 triliun, naik 13,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penyaluran kredit juga tumbuh menjadi Rp 1.562 triliun, sementara dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp 1.555 triliun.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi mengatakan kehadiran Danantara menjadi momentum bagi perusahaan untuk mempercepat transformasi sekaligus memperkuat sinergi dalam mendukung berbagai program prioritas pemerintah.

“BRI akan terus mengembangkan bisnis inti dan mencari sumber pertumbuhan baru tanpa mengesampingkan komitmen terhadap pemberdayaan UMKM,” ungkapnya dikutip Selasa (7/7/2026).

Perusahaan juga ingin memastikan pertumbuhan bisnis berjalan seiring dengan peningkatan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Dalam fase baru pengelolaan di bawah Danantara, BRI terus memperkuat kinerja dan mempercepat transformasi untuk menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan, sekaligus mendukung berbagai program pemerintah dalam mendorong ekonomi kerakyatan.

Komitmen tersebut tercermin dalam sejumlah langkah strategi berikut:

1. Tebar Dividen Rp 52,1 Triliun, Tertinggi Sepanjang Sejarah

BRI resmi membagikan dividen jumbo dari tahun buku 2025 dengan total mencapai Rp 52,1 triliun.

READ  Harga Tiga Merek Emas di Pegadaian Hari Ini Kompak Stagnan, Berikut Daftarnya

Nilai tersebut menjadi dividen tertinggi sepanjang sejarah BRI, sekaligus mempertegas konsistensi Perseroan dalam menjaga profitabilitas, menciptakan nilai bagi pemegang saham, dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional.

2. Transformasi BRIvolution Reignite

Di bawah kepemimpinan Direktur Utama Hery Gunardi, BRI menetapkan program transformasi BRIVolution Reignite yang dirancang untuk memperkuat fondasi bisnis, meningkatkan efisiensi, serta memastikan BRI tetap relevan dan kompetitif di tengah perubahan lanskap ekonomi dan teknologi.

BRIVolution Reignite menegaskan fokus BRI pada penguatan struktur pendanaan, percepatan digitalisasi, peningkatan produktivitas, serta pengembangan bisnis inti dan bisnis baru yang berkelanjutan.

Seluruh agenda tersebut dijalankan dengan orientasi customer-centric, sekaligus memperkuat peran BRI sebagai bank yang melayani seluruh segmen nasabah.

3. Rebranding BRI: Pertegas Posisi “Satu Bank untuk Semua”

Sebagai kelanjutan dari agenda transformasi, BRI telah meluncurkan Corporate Rebranding BRI pada Selasa (16/12/2025) bersamaan dengan hari jadi yang ke-130.

“Melalui inisiatif corporate rebranding, BRI menghadirkan identitas yang lebih modern, universal, inklusif, dan relevan bagi seluruh masyarakat Indonesia, tanpa meninggalkan nilai-nilai utama yang telah menjadi fondasi perseroan, yakni DNA keberpihakan kepada rakyat, pemberdayaan UMKM, serta peran strategis BRI sebagai agent of development,” ujar Hery.

4. CoF Turun ke 2,3 Persen, Efisiensi Pendanaan Makin Kuat

Pada triwulan I/2026, CASA BRI tumbuh 13,2 persen yoy menjadi Rp 1.058,6 triliun, mendorong rasio CASA naik ke 68,07 persen dan menurunkan cost of fund (CoF) menjadi 2,3 persen dari 3 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Perbaikan struktur pendanaan tersebut ditopang oleh meningkatnya transaksi melalui BRImo, Qlola by BRI, Business Merchant, dan QRIS BRI, yang turut memperkuat efisiensi pendanaan Perseroan.

READ  DPRD Jatim Desak Pemprov Genjot PAD, Soroti Potensi Aset Terbengkalai

5. KUR BRI Terbesar, Penyaluran Tembus Rp 84,36 Triliun

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, realisasi penyaluran KUR BRI telah mencapai Rp 84,36 triliun atau 46,87 persen dari total alokasi tahun 2026 sebesar Rp 180 triliun.

Mayoritas penyaluran mengalir ke sektor produktif dengan porsi 67,18 persen, sementara sektor pertanian menjadi kontributor terbesar dengan pembiayaan Rp 35,91 triliun.

Fakta tersebut mempertegas posisi BRI sebagai penyalur KUR terbesar di Indonesia sekaligus pendukung Asta Cita Pemerintah.

6. Perkuat Akses Hunian Rakyat, Penyaluran KPP BRI Tembus Rp 9,5 Triliun

Komitmen BRI dalam mendukung sektor perumahan nasional tercermin dari penyaluran Kredit Pemilikan Properti (KPP) yang hingga 31 Mei 2026 telah mencapai Rp 9,5 triliun kepada 68.212 debitur.

Seiring tingginya kebutuhan pembiayaan masyarakat, perseroan juga meningkatkan alokasi KPP tahun 2026 dari Rp 8 triliun menjadi Rp 12 triliun, sekaligus mempertegas posisi BRI sebagai bank dengan penyaluran KPP terbesar di Indonesia.

7. DNA Kerakyatan Tetap Kuat, BRI Konsisten Perkuat Pemberdayaan UMKM dan Desa

Komitmen perseroan terhadap ekonomi kerakyatan juga diwujudkan melalui pemberdayaan UMKM dan pengembangan ekosistem desa.

Hingga kini, BRI telah membina 5.245 Desa BRILiaN, melayani 15,6 juta user LinkUMKM, serta mengembangkan lebih dari 43 ribu klaster usaha melalui program Klasterku Hidupku untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha rakyat agar naik kelas secara berkelanjutan.

8. BRI Group Kian Solid, Entitas Anak Sumbang 25,1 Persen Laba Konsolidasian

Di bawah supervisi Danantara, penguatan ekosistem BRI Group tercermin dari kontribusi perusahaan anak yang hingga akhir triwulan I/2026 membukukan laba sebesar Rp 3,89 triliun, atau setara 25,1 persen dari laba bersih konsolidasian BRI.

Capaian ini menegaskan semakin kuatnya peran perusahaan anak dalam menopang kinerja grup sekaligus memperkokoh struktur bisnis Perseroan agar lebih terdiversifikasi dan tangguh.

READ  Terminal Teluk Lamong Kian Dilirik Pelayaran Global, Volume Peti Kemas Internasional Tumbuh 90 Persen

Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria menyampaikan bahwa bank-bank milik pemerintah terus mencatatkan kinerja positif seiring berjalannya agenda transformasi.

“Kinerja bank Himbara yang positif jadi pilar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui pembiayaan yang lebih besar kepada sektor-sektor produktif dan kerakyatan, termasuk industri manufaktur, hilirisasi sumber daya alam, infrastruktur, UMKM, serta berbagai sektor yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya saing nasional,” ujar Dony. (CMQ)