INVESTORBISNIS.COM – Melalui PT Indofarma (Persero) Tbk, PT Bio Farma mengekspor produk farmasi ke Afganistan sebanyak lima kontainer dari fasilitas produksinya di Cibitung, Jawa Barat.
Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya mengatakan realisasi ekspor tersebut menjadi salah satu indikator positif atas transformasi yang terus dijalankan secara konsisten di lingkungan Bio Farma Group.
Keberhasilan ekspor ini menjadi momentum penting bagi Bio Farma Group dalam memperkuat daya saing industri kesehatan nasional di tingkat global.
“Kami terus mendorong transformasi dan perbaikan berkelanjutan pada seluruh anak perusahaan dan afiliasi agar semakin adaptif, kompetitif, serta mampu menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan,” ujar Shadiq Akasya dikutip Minggu (21/6/2026).
Menurut Shadiq, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Bio Farma Group dalam mendukung agenda pemerintah untuk memperkuat ketahanan kesehatan nasional, sekaligus meningkatkan kontribusi Indonesia dalam ekosistem kesehatan global.
Direktur Utama Indofarma, Sahat Sihombing mengatakan ekspor ke Afghanistan menjadi dorongan bagi Indofarma untuk terus memperluas jangkauan pasar internasional, meningkatkan kualitas produk, serta memperkuat daya saing perusahaan.
Ia menegaskan, dengan pengalaman lebih dari tiga dekade di pasar ekspor, Indofarma akan terus memperluas jangkauan pasar internasional, memperkuat kualitas produk, serta menghadirkan nilai tambah yang berkelanjutan bagi masyarakat, pemegang saham, dan bangsa Indonesia.
“Kami meyakini bahwa produk farmasi nasional memiliki kemampuan untuk bersaing serta memperoleh kepercayaan di pasar global,” ujar Sahat.
Sebagai bagian dari Bio Farma Group, Indofarma memperoleh dukungan melalui penguatan sinergi, kolaborasi, serta pengembangan kapabilitas bisnis.
Realisasi ekspor ini sekaligus mencerminkan kepercayaan pasar internasional terhadap produk farmasi Indonesia dan kontribusi nyata industri kesehatan nasional dalam memenuhi kebutuhan kesehatan global.
Sementara itu, Komisaris Indofarma Didi Agus Mintadi menilai keberlanjutan aktivitas ekspor di tengah proses transformasi dan restrukturisasi perusahaan merupakan indikator positif atas daya saing serta keberlangsungan bisnis Indofarma.
“Selain berkontribusi terhadap peningkatan devisa negara dan memperkuat posisi produk farmasi Indonesia di pasar internasional, keberlanjutan pasar ekspor juga menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung proses restrukturisasi serta penguatan fundamental Indofarma,” ungkap Didi. (awa)













