INVESTORBISNIS.COM – Perkembangan harga berbagai komoditas di Jawa Timur pada Mei 2026 secara umum menunjukkan adanya kenaikan.
Berdasarkan hasil pemantauan Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur pada Mei 2026 terjadi inflasi year on year (y-on-y) sebesar 3,49 persen.
Capaian itu jauh di atas inflasi tahunan nasional Mei 2026 yang di angka 3,08 persen.
Atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 108,06 pada Mei 2025 menjadi 111,83 pada Mei 2026.
Adapun secara month to month (m-to-m) dan year to date (y-to-d) masing-masing terjadi inflasi sebesar 0,28 persen dan 1,43 persen.
Plt. Kepala BPS Jawa Timur Herum Fajarwati mengatakan, inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks kelompok pengeluaran.
Yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 5,67 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,41 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,11 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,70 persen.
Lalu, kelompok kesehatan sebesar 2,18 persen; kelompok transportasi sebesar 3,30 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,51 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,23 persen.
“Berikutnya kelompok pendidikan sebesar 1,90 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,14 persen; serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 10,65 persen,” ungkap Herum dalam keterangan resminya dikutip Rabu (3/6/2026).
Ia menjelaskan, komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y pada Mei 2026 antara lain emas perhiasan, angkutan udara, cabai rawit, beras, daging ayam ras, minyak goreng, daging sapi, cabai merah, Sigaret Kretek Mesin (SKM), bawang merah, laptop/notebook, mobil, nasi dengan lauk, tahu mentah, air kemasan, bahan bakar rumah tangga, sepeda motor, akademi/perguruan tinggi, telepon seluler, dan udang basah.
“Sedangkan komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y pada Mei 2026 antara lain bawang putih,kelapa, dan pisang,” sambungnya.
Sementara komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m pada Mei 2026 antara lain angkutan udara, minyak goreng, bawang merah, cabai rawit, cabai merah, beras, laptop/notebook, bahan bakar rumah tangga, air kemasan, sawi hijau, telepon seluler, bensin, dan tahu mentah.
“Sedangkan komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi m-to-m adalah emas perhiasan, telur ayam ras, daging ayam ras, bawang putih, ikan mujair, dan jeruk,” jelas Herum.
Pada Mei 2026, kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y, yaitu kelompok makanan,minuman dan tembakau sebesar 1,57 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,02 persen.
Lalu, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,13 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,04 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,08 persen; kelompok transportasi sebesar 0,41 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,10 persen.
Serta kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,02 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,14 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,23 persen; serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,75 persen. (awa)













