INVESTORBISNIS.COM – Telur menjadi salah satu makanan favorit masyarakat Indonesia lantaran bisa diolah menjadi beragam sajian makanan yang enak.
Selain enak, telur juga punya gizi yang tinggi sehingga menjadikannya sebagai stok makanan andalan di banyak rumah.
Pertanyaannya, berapa banyak sih produksi telur di Indonesia?
Dalam publikasi Peternakan dalam Angka 2025 yang dilansir Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2025 produksi telur ayam ras petelur mencapai 6,31 juta ton.
Jumlah produksi telur ayam ras petelur di 2025 itu secara aggregat mampu memenuhi kebutuhan konsumsi nasional. Bahkan, jumlahnya terkadang mengalami surplus.
Melansir data BPS, sepanjang Januari hingga Maret 2025 pasar telur ayam ras sempat mengalami tekanan pasokan.
Pada Januari 2025, pasokannya mengalami defisit sebesar 5,41 ribu ton.
Defisit ini berlanjut di Februari 2025 sebanyak 5,96 ribu ton dan Maret 2025 sebesar 5,61 ribu ton.
Mulai April hingga akhir tahun, pasokan telur kembali membaik bahkan berbalik ke surplus.
Kondisi surplus ini berlanjut hingga penutupan tahun 2025. Surplus bulanan terbesar terjadi pada September 2025 sebesar 38,04 ribu ton, diikuti Agustus sebesar 33,54 ribu ton.
Sementara itu, surplus terkecil terjadi pada Desember 2025 sebesar 8,20 ribu ton.
Menurut catatan BPS, secara kumulatif hingga akhir Desember 2025, stok akhir telur ayam ras petelur berada pada posisi surplus sebesar 171,40 ribu ton.
Menurut provinsi, produksi telur ayam ras petelur terbesar berada di provinsi Jawa Timur sebesar 2.076,27 ribu ton, diikuti oleh Jawa Tengah, dan Jawa Barat masing-masing sebesar 833,46 ribu ton dan 751,97 ribu ton.
Sedangkan provinsi dengan produksi telur ayam ras petelur terendah berada di Maluku Utara dan Papua Pegunungan.
DKI Jakarta tercatat tidak memiliki produksi telur sama sekali.
Kebutuhan tertinggi akan telur ayam ras petelur berada di Jawa Tengah sebesar 2.421,85 ribu ton, diikuti oleh Jawa Barat sebesar 770,75 ribu ton, dan Jawa Timur sebesar 523,56 ribu ton.
Sementara itu, provinsi dengan konsumsi telur ayam ras petelur terendah berada di Papua Barat dan Papua Selatan. (umk)













