Ekonomi

Potensi Ekonomi Digital RI Bisa Tembus USD 400 Miliar

4
×

Potensi Ekonomi Digital RI Bisa Tembus USD 400 Miliar

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI: Pemerintah juga terus mendorong pengembangan ekonomi digital melalui kolaborasi bersama pemerintah daerah. (IST)

INVESTORBISNIS.COM – Pemerintah terus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor jasa keuangan, guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung, pengembangan ekonomi daerah dinilai menjadi kunci penting dalam memperkuat daya tahan ekonomi nasional sekaligus mendorong pemerataan pertumbuhan antarwilayah.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

“Kita memiliki target besar menuju pertumbuhan ekonomi 8%. Untuk mencapai target tersebut, daerah harus terus didorong karena pertumbuhan nasional pada dasarnya merupakan agregasi dari pertumbuhan daerah,” ungkap Airlangga dikutip dari keterangan resminya, Selasa (26/5/2026).

Ia menjelaskan, kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini tetap solid, baik dari sisi korporasi maupun perekonomian secara umum.

“Inflasi nasional saat ini terjaga pada level 2,4 persen dengan depresiasi rupiah sekitar 2,6 persen, jauh lebih baik dibandingkan beberapa periode tekanan ekonomi sebelumnya,” lanjutnya.

Selain itu, Airlangga menyampaikan bahwa pemerintah terus memperkuat sektor UMKM sebagai penopang utama perekonomian daerah.

Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dialokasikan sekitar Rp 300 triliun dinilai mampu mendorong peningkatan kapasitas UMKM hingga sekitar 34 persen, serta berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 18–27 persen.

Hingga April 2026, realisasi penyaluran KUR tercatat mencapai sekitar Rp 111 triliun melalui berbagai skema pembiayaan.

Pemerintah juga terus mendorong pengembangan ekonomi digital melalui kolaborasi bersama pemerintah daerah.

“Saat ini, nilai ekonomi digital Indonesia diperkirakan mencapai USD 150 miliar dan berpotensi meningkat menjadi USD 400 miliar pada tahun 2030,” ujarnya.

Airlangga menambahkan, apabila integrasi ekonomi digital ASEAN berjalan optimal, potensi ekonomi digital kawasan ASEAN dapat mencapai USD 2 triliun dan Indonesia berpotensi memperoleh sekitar USD 600 miliar dari nilai tersebut.

READ  Kebijakan Baru 2026: WFH Sehari Seminggu Berlaku untuk ASN & Swasta

Airlangga juga menyampaikan perkembangan program pengembangan industri semikonduktor nasional.

Pemerintah menargetkan pelatihan bagi 15 ribu talenta semikonduktor dalam tiga tahun ke depan.

Pada tahap awal, sebanyak seribu peserta telah mengikuti pelatihan dengan jumlah pendaftar mencapai sekitar 4.500 orang.

“Selain pengembangan SDM, pemerintah juga akan mendorong daerah-daerah yang memiliki potensi silika untuk mengembangkan hilirisasi berbasis silika sebagai bagian dari penguatan ekosistem industri semikonduktor nasional,” pungkas Airlangga. (awa)