Headline

PLN Hadapi Tekanan Rugi Selisih Kurs Rp 12,46 Triliun Akibat Volatilitas Nilai Tukar Global

1
×

PLN Hadapi Tekanan Rugi Selisih Kurs Rp 12,46 Triliun Akibat Volatilitas Nilai Tukar Global

Sebarkan artikel ini
CEK: Petugas PLN mengecek kondisi seluruh perangkat, termasuk circuit breaker (CB) untuk memastikan dapat berfungsi secara optimal sebelum melakukan uji coba pengoperasian Gardu Induk 150 kilovolt (kV). (PLN)

INVESTORBISNIS.COM – PT PLN (Persero) sepanjang tahun 2025 berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 582,68 triliun.

Angka tersebut tumbuh 6,84 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 545,38 triliun.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Pencapaian ini diraih di tengah ketidakpastian ekonomi global dan berbagai bencana alam yang terjadi sepanjang tahun.

Kinerja positif PLN ditopang oleh peningkatan penjualan tenaga listrik.

Selain itu, percepatan penyambungan pelanggan di berbagai daerah juga ikut mendorong pertumbuhan perusahaan.

Langkah ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas pemerataan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lewat akses energi yang lebih merata.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan capaian positif pada 2025 turut didukung peran pemerintah dalam menjaga ketahanan ekonomi dan energi nasional.

Dukungan dari Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, serta Danantara Indonesia dinilai mampu menjaga aktivitas masyarakat dan dunia usaha tetap bertumbuh di tengah tekanan global.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan listrik nasional terus meningkat.

“Capaian ini merupakan wujud keberhasilan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan energi nasional di tengah dinamika global,” kata Darmawan, Kamis (21/5/2026).

“Stabilitas ini menjadi fondasi penting bagi PLN untuk terus menjaga kinerja perusahaan sekaligus memastikan kebutuhan listrik masyarakat dan dunia usaha terpenuhi secara andal,” sambungnya.

Sepanjang tahun 2025, penjualan tenaga listrik PLN tercatat mencapai 317,69 Terawatt hour (TWh), meningkat 3,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 306,21 TWh.

Sementara dari sisi pertumbuhan daya tersambung pelanggan tercatat mencapai 192.621 Megavolt Ampere (MVA), tumbuh 5,82 persen dibandingkan tahun 2024 sebesar 182.026 MVA.

Di tahun 2025, penyambungan pelanggan juga turut mengalami pertumbuhan signifikan.

Jumlah pelanggan PLN bertambah 3,3 juta menjadi 96,2 juta pelanggan pada 2025.

READ  Penyaluran Kredit OCBC di Kuartal I/2026 Tumbuh Jadi Rp 171 Triliun

Sehingga, pendapatan penyambungan pelanggan pada tahun 2025 mencapai Rp 2,24 triliun, meningkat 28,4 perse dibandingkan tahun 2024.

Peningkatan penyambungan pelanggan ini menjadi indikator tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha, sekaligus mencerminkan semakin luasnya akses masyarakat terhadap energi listrik.

Pertumbuhan tersebut tidak hanya didorong dari penyambungan reguler, tetapi juga diperkuat melalui program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari Kementerian ESDM yang menjangkau masyarakat sampai pelosok.

“Ketersediaan akses listrik sampai pelosok menjadi bagian penting dalam mendukung pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.

“Pemerintah bersama PLN terus memastikan masyarakat dapat memperoleh akses listrik, sehingga tidak ada lagi masyarakat yang tertinggal dalam kegelapan,” tambah Darmawan.

Darmawan menambahkan, dengan capaian tersebut, kinerja keuangan perseroan tetap terjaga solid dengan total laba bersih Rp 7,26 triliun di tengah dinamika ekonomi yang memengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah terhadap kurs.

“Di tengah tekanan kondisi global, PLN tetap mampu membukukan laba bersih sebesar Rp 7,26 triliun. Capaian tersebut diraih meskipun perseroan menghadapi tekanan rugi selisih kurs sebesar Rp 12,46 triliun akibat volatilitas nilai tukar global,” imbuh Darmawan. (awa)