Umum

TPS Gandeng CMA CGM Bahas Tantangan Supply Chain dan Shipping Line

329
×

TPS Gandeng CMA CGM Bahas Tantangan Supply Chain dan Shipping Line

Sebarkan artikel ini

INVESTORBISNIS.COM – Di tengah semakin kompleksnya rantai pasok global, peran terminal petikemas kini tidak lagi sekadar menjadi titik bongkar muat, tetapi juga simpul strategis yang menentukan kelancaran arus logistik nasional maupun internasional.

Menjawab tantangan tersebut, PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menghadirkan perspektif langsung dari pelaku industri pelayaran global melalui program TJSL Praktisi Mengajar 2026.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Program bertajuk Understanding Supply Chain Logistics From The Shipping Line Perspective itu menghadirkan Gunawan, Branch Manager perusahaan pelayaran global CMA CGM Surabaya, sebagai narasumber utama.

Dalam kegiatan tersebut, Gunawan membagikan wawasan praktis mengenai rantai pasok logistik dari perspektif shipping line, mulai dari dinamika industri pelayaran global, tantangan operasional, hingga strategi pengelolaan logistik terintegrasi.

Kegiatan berlangsung pada Rabu (13/5/2026) pukul 09.00–12.00 WIB di Toba Meeting Room, Gedung Customer Service TPS lantai 2.

Program tersebut diikuti puluhan pemagang internal TPS dari berbagai departemen, mulai SDM dan Umum, Teknologi Informasi, Keuangan dan Manajemen Risiko, HSSE, Operasi, hingga Komersial dan Sistem Manajemen.

Melalui sesi tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman konseptual, tetapi juga wawasan aplikatif mengenai bagaimana perusahaan pelayaran memandang kinerja terminal sebagai faktor penting dalam menjaga reliabilitas jadwal, efisiensi biaya logistik, dan konektivitas global.

TPS dinilai memiliki peran signifikan dalam ekosistem supply chain, khususnya dalam memastikan keandalan layanan yang menjadi pertimbangan utama perusahaan pelayaran internasional dalam menentukan rute maupun hub logistik mereka.

Sinkronisasi antara terminal dan shipping lines juga dinilai krusial untuk menjaga daya saing logistik nasional di tengah dinamika perdagangan global.

Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi, mengatakan program Praktisi Mengajar merupakan bagian dari inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan dalam memperluas wawasan insan perusahaan melalui kolaborasi dengan praktisi industri berpengalaman.

READ  TPS Salurkan 3.000 Bibit Mangrove untuk Rehabilitasi Pesisir Sontoh Laut Surabaya

“Melalui program ini, TPS berharap dapat memperkaya wawasan pemagang dengan insight langsung dari pelaku industri, sehingga mampu meningkatkan kapabilitas dan daya saing perusahaan dalam menghadapi tantangan logistik global,” ujar Erika.

Partisipasi aktif peserta dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari komitmen TPS untuk terus mendorong budaya pembelajaran berkelanjutan serta adaptasi terhadap perkembangan industri.

Ke depan, TPS akan terus menghadirkan program serupa dengan berbagai tema strategis guna mendukung pengembangan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing tinggi di sektor kepelabuhanan dan logistik. (BVP)