Umum

Senyum Lebar Purbaya saat Indonesia Keluar dari Kutukan Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen

3
×

Senyum Lebar Purbaya saat Indonesia Keluar dari Kutukan Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen

Sebarkan artikel ini
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (IST)

INVESTORBISNIS.COM – Pertumbuhan ekonomi nasional mulai menunjukkan tren positif.

Hal tersebut merujuk pada capaian pertumbuhan ekonomi di triwulan I/2026 berada di angka 5,61 persen, meningkat dibanding sebelumnya sebesar 5,39 persen.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Menurut Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, peningkatan pertumbuhan ekonomi tersebut tidak lepas dari mulai terlihatnya dampak berbagai program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai mampu mendorong laju ekonomi ke arah yang lebih cepat.

“Kita sudah keluar dari kutukan pertumbuhan ekonomi 5 persen. Kayaknya kita dikutuk 5 persen atau lebih rendah. Nah ini program-program Bapak Presiden Prabowo ketika mulai kelihatan impact-nya sudah mulai bisa mendorong ekonomi ke arah pertumbuhan yang lebih cepat,” ungkap Purbaya dikutip dari keterangan resminya, Selasa (12/5/2026).

Ia menilai kunci utama pertumbuhan ekonomi terletak pada percepatan pelaksanaan program-program strategis.

Dukungan pembiayaan disebut menjadi faktor penting agar program dapat berjalan optimal.

Beberapa program yang mendapat dukungan percepatan pendanaan antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih (KMP), hingga sektor pupuk dan energi.

“Jadi kalau mereka butuh uang, saya kasih cepat. MBG butuh uang, saya kasih cepat. Koperasi Merah Putih, itu dengan sana ya, dengan Danantara ya. Tapi saya jamin pembayaran cepat. Apalagi pupuk, perlu dana depan, saya bayar tepat waktu di depan, sehingga mereka bisa menghemat cost of fund-nya,” jelas Purbaya.

Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, pemerintah juga berupaya menjaga daya beli masyarakat.

Salah satu langkahnya melalui penyaluran subsidi bahan bakar minyak (BBM) untuk menghindari gejolak sosial dan memungkinkan pembangunan tetap berjalan. Subsidi dipilah, sebagian dikurangi untuk orang kaya, namun tetap menjaga stabilitas masyarakat.

READ  Program Belanja Nasional Triwulan I/2026 Catat Transaksi Rp 184,02 Triliun

“Tapi pilihannya begini, kalau saya cabut subsidi-subsidinya, ribut di mana-mana, saya punya uang juga nggak bisa ngebangun. Jadi lebih baik saya pilih subsidi sebagian di sistem, sebagian dikurangi untuk orang-orang kaya. Tapi masyarakatnya tenang dan kita bisa membangun dengan tenang,” tandas Purbaya.

Pemerintah juga melakukan upaya percepatan penyaluran APBN agar dampaknya merata sepanjang tahun dan tidak menumpuk di akhir tahun.

“Injeksi likuiditas dengan memindahkan Rp 200 triliun dari BI ke sistem perbankan untuk memastikan uang cukup di perekonomian juga sebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkasnya. (awa)