Investasi

Pertagas Resmi Operasikan Cisem II, Perkuat Distribusi Gas untuk Ketahanan Energi Nasional

331
×

Pertagas Resmi Operasikan Cisem II, Perkuat Distribusi Gas untuk Ketahanan Energi Nasional

Sebarkan artikel ini
BERPENGALAMAN: Pertagas resmi menjadi operator Cisem II untuk memperkuat distribusi gas bumi nasional dan mendukung ketahanan energi Indonesia. (IST)

INVESTORBISNIS.COM – PT Pertamina Gas (Pertagas) yang merupakan bagian dari Subholding Gas PT Pertamina (Persero), resmi ditunjuk sebagai operator Pipa Transmisi Gas Bumi Ruas Batang-Cirebon-Kandang Haur Timur atau Cisem II pada April 2026.

Penetapan tersebut dilakukan setelah Pertagas memenangkan proses tender pemilihan mitra yang diselenggarakan oleh Kementerian ESDM RI melalui LEMIGAS.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Jalur pipa ini menjadi bagian dari proyek Pipa Transmisi Cirebon-Semarang (Cisem), setelah sebelumnya ruas Semarang-Batang atau Cisem I telah lebih dahulu beroperasi.

Direktur Utama Pertagas, Indra P Sembiring menjelaskan, perusahaan telah berpengalaman mengoperasikan Pipa Cisem I sejak tahun 2023.

Dengan pengalaman tersebut, Pertagas optimistis mampu mengelola keseluruhan jaringan pipa untuk mendukung penyaluran gas bumi ke berbagai sektor pengguna di Indonesia.

“Ketersediaan infrastruktur gas yang terintegrasi dan handal adalah kunci untuk mempercepat transisi energi nasional dengan gas bumi,” katanya, Kamis (7/5/2026).

“Energi yang disalurkan melalui pipa Cisem ini akan menjawab kebutuhan industri dan berbagai sektor lainnya atas energi yang bersih, lalu juga memberikan nilai tambah sektor hulu migas, dan yang terpenting adalah mendukung pertumbuhan perekonomian di Indonesia,” sambung Indra.

Indra menambahkan bahwa pembangunan Pipa Cisem II termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) yang memiliki peran penting dalam mengintegrasikan jaringan pipa gas bumi nasional.

Saat ini, sumber gas bumi yang tersebar di berbagai wilayah telah tersambung melalui jaringan Pipa Transmisi Cirebon-Semarang dan Pipa Transmisi Gresik-Semarang untuk menjangkau pasar pengguna gas utama di Pulau Jawa.

“Jadi, Pipa Cisem II sepanjang ±242 km menjadi game changer, karena terhubung dengan infrastruktur eksisting Pertagas di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur sehingga akan memperkuat keandalan penyaluran di infrastruktur energi di Pulau Jawa,” imbuh Indra.

READ  Gerai Lego Terbesar di Asia Tenggara Dibuka di Jakarta, Ada Koleksi Komodo, Becak hingga Peta Indonesia

Sementara itu, Direktur Teknik & Operasi Pertagas, Agung Indri Pramantyo menjelaskan bahwa jaringan Pipa Cisem II saat ini sudah terhubung dengan Ruas Pipa Cisem I di Kawasan Industri Batang (KITB), Jawa Tengah, yang dioperasikan oleh Pertagas.

Selain itu, jaringan tersebut juga telah tersambung dengan Stasiun Kandang Haur Timur (KHT), Operation West Java Area milik Pertagas.

“Integrasi ini membentuk sistem jaringan pipa yang terintegrasi serta memberikan fleksibilitas pengoperasian dan kehandalan infrastruktur gas bumi, khususnya yang kami operasikan,” ujar Agung.

Agung juga menyampaikan bahwa integrasi Pipa Cisem II dengan infrastruktur transmisi gas bumi nasional di lingkungan Subholding Gas akan memperkuat suplai energi bagi sejumlah sektor strategis.

Sektor tersebut meliputi kilang, industri pupuk, hingga pembangkit listrik.

Selain itu, pengembangan jaringan ini turut mendukung program pemerintah dalam penyediaan gas untuk rumah tangga dan UMKM di sepanjang jalur pipa sehingga akses energi masyarakat dapat semakin luas dan ketahanan energi nasional semakin kuat.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur energi, Pertagas terus mengambil peran dalam mendukung integrasi jaringan transmisi gas bumi nasional.

Langkah ini dilakukan untuk membantu pertumbuhan industri dalam negeri sekaligus mendorong perkembangan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Pertagas juga menegaskan komitmennya dalam mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi sebagai sumber energi yang lebih bersih dan andal dalam proses transisi energi di Indonesia.

Selain itu, perusahaan turut mendukung target Asta Cita Presiden untuk mewujudkan swasembada energi nasional.

PT Pertamina Gas (Pertagas) sendiri merupakan bagian dari Subholding Gas Pertamina yang berdiri sejak 23 Februari 2007.

Perusahaan ini dibentuk untuk memenuhi ketentuan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 sekaligus menjawab meningkatnya kebutuhan gas di Indonesia.

READ  PGN Tingkatkan Tata Kelola Perusahaan, Berdayakan Masyarakat dan Lestarikan Lingkungan.

Pertagas menjalankan bisnis pada sektor midstream dan downstream energi, termasuk pengembangan usaha gas, minyak, dan energi lainnya di berbagai wilayah Indonesia.

Dalam menjalankan operasionalnya, Pertagas didukung oleh dua anak usaha yaitu PT Pertagas Niaga dan PT Perta Arun Gas, serta dua entitas joint venture yakni PT Perta Daya Gas dan PT Perta-Samtan Gas.

Seluruh entitas tersebut memiliki peran dalam bisnis transportasi minyak dan gas, penjualan gas, penggunaan terminal, penjualan LPG, hingga layanan penggunaan fasilitas energi.

Melalui tagline “Delivering Reliable Energy”, Pertagas menegaskan perannya sebagai perusahaan penyalur energi yang mengandalkan infrastruktur transmisi dan distribusi yang dimiliki maupun dioperasikan bersama afiliasinya di Indonesia. (JXG)