Umum

Sebanyak 69,5 Persen UMKM Indonesia Belum Mampu Mengakses Kredit Perbankan

352
×

Sebanyak 69,5 Persen UMKM Indonesia Belum Mampu Mengakses Kredit Perbankan

Sebarkan artikel ini
Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM, Temmy Satya Permana. (IST)

INVESTORBISNIS.COM – Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM, Temmy Satya Permana mengungkap fakta yang cukup mengejutkan terkait perkembambangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Temmy mengungkap bahwa sebanyak 69,5 persen UMKM Indonesia, belum mampu mengakses kredit perbankan.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Kendala utamanya meliputi status Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang belum memadai, keterbatasan agunan, hingga suku bunga yang relatif tinggi.

“Padahal, kebutuhan akan modal kerja sangat nyata, dimana 43,1 persen UMKM menyatakan memerlukan kredit untuk ekspansi usaha,” ujar Temmy, dikutip, Kamis (7/5/2026).

Ia menambahkan, pembiayaan digital (digital financing) kini menjadi alternatif potensial dalam mendukung pengembangan UMKM.

Hingga Februari 2026, penyaluran pembiayaan digital melalui fintech lending tercatat mencapai Rp 28,8 triliun atau tumbuh 7,27 persen secara tahunan (year-on-year).

Meski demikian, Temmy menegaskan akses terhadap pembiayaan digital sangat bergantung pada rekam jejak usaha yang transparan.

“Oleh karena itu, pembukuan dan manajemen keuangan digital yang tertib menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan lembaga pembiayaan,” ujarnya.

Sebagai solusi konkret, pemerintah gencar memperkenalkan platform UMKM Pintar.

Platform ini merupakan program edukasi daring yang dirancang sebagai sarana pembelajaran mandiri bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan literasi keuangan dan kapasitas usaha.

“Keberadaan platform UMKM Pintar menjadi bagian dari komitmen Kementerian UMKM dalam memperkuat ekosistem UMKM nasional, khususnya dari sisi literasi dan inklusi keuangan,” kata Temmy.

Lebih lanjut, ia berharap pelaku UMKM tidak hanya bertransformasi secara digital dalam aspek pemasaran, tetapi juga mampu mengelola keuangan secara digital guna memperluas akses pembiayaan.

“Melalui akses pembiayaan yang tepat, UMKM dapat semakin cepat naik kelas dan berkontribusi lebih besar bagi perekonomian nasional,” ujarnya. (USF)

READ  Dua UMKM Asal Sidoarjo Sukses Tembus Pasar Nigeria