Keuangan

Purbaya Buka-bukaan soal Ekonomi Indonesia di Tengah Tekanan Global

230
×

Purbaya Buka-bukaan soal Ekonomi Indonesia di Tengah Tekanan Global

Sebarkan artikel ini
OPTIMISTIS: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (IST)

INVESTORBISNIS.COM – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa buka-bukaan soal kondisi perekonomian nasional, di tengah dinamika global.

Purbaya menegaskan bahwa pengelolaan fiskal yang disiplin serta reformasi kebijakan yang telah dilakukan sebelum tekanan global terjadi, menjadi kunci utama ketahanan ekonomi Indonesia saat ini.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Menurutnya, berbagai lembaga internasional dan investor kini tidak lagi mempertanyakan fundamental fiskal Indonesia, termasuk terkait defisit anggaran. Hal ini mencerminkan kredibilitas kebijakan fiskal yang terjaga.

“Saya ingin menegaskan lagi, kondisi APBN baik, malah orang-orang sana pada kagum tuh,” kata Purbaya mengutip pernyataan resmi Menkeu, Minggu (26/4/2026).

Dari sisi likuiditas, Purbaya memastikan posisi kas negara tetap aman dan dikelola secara optimal.

Pemerintah juga melakukan strategi pengelolaan kas yang proaktif, antara lain dengan menempatkan dana di perbankan untuk mendorong likuiditas dan mendukung aktivitas ekonomi tanpa menambah beban anggaran.

“Cash management kita sudah baik. Yang Rp 300 triliun kita masukin ke perbankan supaya ada tambahan likuiditas, supaya ekonomi bisa berjalan. Jadi nggak usah takut dengan APBN, pemerintah masih cukup dan uang kita masih banyak,” ujar Purbaya.

Lebih lanjut Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah fokus untuk melakukan reformasi struktural, mulai dari perbaikan sistem perpajakan, bea cukai, hingga efisiensi belanja.

Di sisi lain, kebijakan fiskal juga diarahkan untuk menjaga stabilitas dan mendukung sektor riil.

Pemerintah memastikan subsidi diberikan secara tepat sasaran, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan, sehingga tetap menjaga keseimbangan antara perlindungan sosial dan kesehatan fiskal.

“Yang kita subsidi adalah yang memang betul-betul membutuhkan. Untuk orang-orang yang ekonominya kuat, tidak kita subsidi dan sudah kita umumkan akan dinaikkan. Kita manage anggaran dengan benar. Bukan hanya jual-jualan subsidi tanpa batas, tapi kita batasi untuk orang-orang yang memang benar-benar tidak mampu,” ujarnya.

READ  Kukuhkan Peran sebagai Mitra Strategis Pemerintah, Bank Mandiri Catat Laba Bersih Rp15,4 Triliun di Kuartal I 2026

Dalam menghadapi tekanan global, Purbaya menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat.

Kontribusi permintaan domestik yang mencapai sekitar 90 persen terhadap perekonomian menjadi penopang utama pertumbuhan.

Pemerintah juga terus memonitor perkembangan ekonomi dan siap mengambil langkah stimulus apabila diperlukan.

Untuk triwulan II, pertumbuhan ekonomi diperkirakan tetap terjaga dan bahkan berpotensi meningkat.

“Fondasi ekonomi kita tidak berubah, akan jalan semakin cepat, karena kita akan semakin serius perbaiki kendala-kendala perekonomian. Kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan selalu melihat keadaan di masyarakat, kita akan optimalkan semua kebijakan yang ada, kita dorong supaya cepat. Kita dorong ekonomi maju dengan lebih cepat sehingga masyarakat kita bisa menikmati pertumbuhan ekonomi yang kita ciptakan,” jelas Purbaya. (SRT)