Investasi

Capaian Tembus Rp 498,8 Triliun, Investasi Triwulan I/2026 Tumbuh 7,2 Persen

257
×

Capaian Tembus Rp 498,8 Triliun, Investasi Triwulan I/2026 Tumbuh 7,2 Persen

Sebarkan artikel ini
LAPOR: Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Perkasa Roeslani (kiri) saat menjelaskan mengenai capaian investai triwulan I/2026. (IST)

INVESTORBISNIS.COM – Investasi di Indonesia mencatat kinerja positif di triwulan I/2026. Data Kementerian Investasi dan Hilirisasi menyebutkan, di triwulan I (Januari–Maret) 2026 capaian investasi sebesar Rp 498,8 triliun.

Capaian itu tumbuh 7,2 persen secara tahunan (year-on-year). Capaian ini setara dengan 24,4 persen dari target investasi tahun 2026 sebesar Rp 2.041,3 triliun.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

“Pertumbuhan investasi sebesar 7,2 persen pada triwulan pertama menunjukkan bahwa minat investor, baik domestik maupun asing, tetap terjaga di tengah dinamika global,” ujar Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani di Jakarta, Kamis (23/4).

Ia menjelaskan, selain mendorong pertumbuhan, investasi juga memberikan dampak langsung ke ekonomi riil.

Realisasi investasi tersebut juga berhasil menyerap 706.569 tenaga kerja Indonesia, meningkat sebesar 18,9 perse dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi struktur, komposisi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) relatif seimbang, masing-masing sebesar Rp 250,0 triliun (50,1 persen) dan Rp 248,8 triliun (49,9 persen).

“Keseimbangan ini mencerminkan terjaganya kepercayaan investor global sekaligus meningkatnya daya saing pelaku usaha domestic,” ujarnya.

Rosan menyebut jika sebaran investasi juga semakin merata. Realisasi di luar Pulau Jawa mencapai Rp 251,3 triliun (50,4 persen), melampaui Pulau Jawa sebesar Rp 247,5 triliun (49,6 persen), yang menegaskan peran investasi dalam mendorong pemerataan ekonomi nasional.

“Dominasi realisasi investasi di luar Pulau Jawa menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi semakin inklusif. Hal ini tidak terlepas dari kebijakan hilirisasi yang mendorong investasi menyebar ke berbagai daerah,” ungkap Rosan.

Secara sektoral, investasi masih didominasi oleh industri pengolahan, khususnya industri logam dasar dengan nilai Rp 69,4 triliun, yang menjadi pendorong utama hilirisasi.

READ  Indonesia Perkuat Posisi dalam Industri Wellness Global lewat Bali Spirit Festival

Secara keseluruhan, realisasi investasi di sektor hilirisasi mencapai Rp 147,5 triliun atau hampir 30 persen dari total investasi pada triwulan ini, dengan pertumbuhan sebesar 8,2 persen (year-on-year).

Rosan menambahkan, investasi hilirisasi tidak hanya meningkatkan nilai tambah, tetapi juga memperkuat struktur ekonomi nasional dan ketahanan terhadap fluktuasi harga komoditas global.

Kontributor besar lainnya meliputi jasa (didukung pusat data, jasa penunjang energi, dan layanan kesehatan), pertambangan, perumahan dan kawasan industri, serta transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi.

Sementara itu, dari sisi asal negara investor, realisasi PMA masih didominasi oleh Singapura (USD 4,6 miliar), diikuti Hong Kong (RRT) (USD 2,7 miliar), Tiongkok (USD 2,2 miliar), Amerika Serikat (USD 1,3 miliar), dan Jepang (USD 1,0 miliar), yang menunjukkan kuatnya posisi Indonesia dalam rantai investasi global. (XOF)