Ekonomi

Perempuan Dominasi Pengelolaan UMKM Indonesia

293
×

Perempuan Dominasi Pengelolaan UMKM Indonesia

Sebarkan artikel ini
JUALAN: Data Kemendag menyebutkan bahwa sekitar 37 juta UMKM dikelola oleh perempuan. (NA)

INVESTORBISNIS.COM – Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memegang peranan penting dalam ekonomi nasional.

Terbukti sudah beberapa kali UMKM berhasil menyelamatkan perekonomian nasional dari keterpurukan.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai 61 persen dan menyerap 97 persen tenaga kerja nasional.

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Dyah Roro Esti Widya Putri mengatakan, dalam struktur UMKM nasional, sekitar 37 juta pelaku usaha atau 64,5 persen dikelola perempuan.

Angka ini menunjukkan bahwa pelaku usaha perempuan memegang peran kunci dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional.

“Oleh karena itu, pemberdayaan perempuan bukan hanya penting, tapi juga strategis. Saat UMKM perempuan naik kelas, maka kita sedang memperkuat fondasi utama ekonomi Indonesia secara nyata,” kata Roro dalam keterangan resminya dikuti, Kamis (23/4/2026).

Ia menjelaskan, upaya strategis untuk memberdayakan UMKM perempuan antara lain dapat dilakukan dengan meningkatkan literasi digital bagi perempuan Indonesia.

Namun, dengan dinamis dan cepatnya perkembangan ekonomi digital, tantangan ke depan bagi UMKM Indonesia tidaklah mudah.

“UMKM Indonesia dituntut harus beradaptasi terhadap perkembangan promosi di era digital,” ingatnya.

Roro melanjutkan, di era digital saat ini, promosi tidak bisa lagi hanya mengandalkan cara konvensional.

UMKM perlu lebih adaptif dengan memadukan strategi promosi melalui berbagai inovasi, mulai dari pemanfaatan media sosial hingga kolaborasi dengan afiliator, agar bisa menjangkau pasar yang lebih luas dan sesuai dengan target pasarnya.

“Penguasaan pemasaran digital, kemampuan dalam pembuatan konten kreatif hingga literasi terkait perlindungan KI sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan dan daya saing usaha kini menjadi kunci utama dalam memperluas akses pasar,” imbuhnya.

Roro kemudian menguraikan, pemerintah aktif berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk meningkatkan kompetensi UMKM melalui penyediaan berbagai ‘klinik’.

READ  Jamkrindo Catat Volume Penjaminan sebesar Rp 247,57 Triliun, Jangkau 5,56 Juta UMKM dan Koperasi

Misalnya klinik pemasaran dan klinik desain di Indonesia Design Development Center (IDDC) yang menjembatani desainer lokal dengan pelaku usaha guna meningkatkan kualitas produk.

Selain memperkuat pasar domestik dengan menghubungkan UMKM ke ritel modern, pemerintah juga fokus memperluas akses pasar luar negeri di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Hal ini dilakukan melalui berbagai perjanjian dagang di wilayah strategis seperti Uni Eropa, Amerika Latin, Eurasia, dan ASEAN yang sejalan dengan arahan Presiden RI untuk menjaga ketahanan dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Lebih lanjut, sektor inovasi digital pun turut didorong melalui program seperti pengenalan AI bagi UMKM dan kegiatan penjajakan bisnis (business matching) yang melibatkan kreator konten, serta pemanfaatan momentum Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) untuk meningkatkan daya beli masyarakat.

“Ke depan, kami berharap UMKM dapat terus memperkuat kolaborasi dan membangun jejaring pemasaran yang lebih efektif serta berkelanjutan melalui berbagai ekosistem promosi yang ada. Dengan sinergi yang kuat, kita dapat mendorong peningkatan penjualan, memperkuat posisi produk lokal, serta menciptakan efek berganda (multiplier effect) hingga membuka lebih banyak lapangan kerja yang pada akhirnya memberi dampak positif bagi perekonomian nasional,” ujar Roro. (MXS)