Ekonomi

Imbas Tekanan Global, ADB Proyeksi Ekonomi RI Tahun Ini Tumbuh 5,2 Persen

336
×

Imbas Tekanan Global, ADB Proyeksi Ekonomi RI Tahun Ini Tumbuh 5,2 Persen

Sebarkan artikel ini
PERLUASAN JALAN TOL: Pembangunan infrastruktur terus dilakukan pemerintah di tengah tekanan ekonomi global akibat konflik di Timur Tengah. (ILA))

INVESTORBISNIS.COM – Asian Development Bank (ADB) menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia relatif stabil, di tengah tekanan global yang semakin panas.

ADB memprediksi di tahun 2026 pertumbuhan ekonomi Indonesia sekitar 5,2 persen.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Prediksi ADB itu di bawah proyeksi pemerintah Indonesia yang mematok pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini di kisaran 5,4 persen hingga 5,6 persen.

Dikutip dari laporan Asian Development Outlook (ADO) April 2026, ADB menilai meskipun disebut relatif stabil namun mereka menilai Indonesia telah kehilangan momentum percepatan.

Sementara itu, konflik di Timur Tengah telah memperkuat risiko geopolitik global.

Pertumbuhan ekonomi di negara berkembang Asia dan Pasifik diproyeksikan menjadi moderat 5,1 persen pada tahun 2026 dan 2027.

Angka ini turun jika dibandingkan tahun 2025 yang sebesar 5,4 persen

“Harga energi yang lebih tinggi akan meningkatkan biaya produksi dan harga konsumen, sementara pertumbuhan ekspor akan menjadi normal setelah pemuatan awal tahun lalu menjelang kenaikan tarif AS,” tulis ADB dalam ADO April 2026.

ADB memperkirakan inflasi di kawasan Asia Pasifik berada di level 3,6 persen pada 2026 dan 3,4 persen pada 2027.

Namun, jika konflik di Timur Tengah berkepanjangan, inflasi dapat melonjak hingga 5,6 persen pada 2026, terutama didorong kenaikan harga energi dan pangan.

Dalam skenario terburuk, harga minyak Brent bahkan berpotensi mencapai USD 155 per barel pada kuartal II/2026 dan bertahan tinggi hingga 2027.

Kondisi ini berisiko menekan daya beli dan meningkatkan biaya produksi secara signifikan, khususnya bagi negara pengimpor energi seperti Indonesia.

Secara keseluruhan, pertumbuhan kawasan bisa turun 1,3 poin persentase pada 2026–2027 dibanding skenario awal.

Sementara inflasi meningkat hingga 3,2 poin persentase.

READ  PTPP Gunakan Hydroseeding di Bendungan Bagong, Infrastruktur Ramah Lingkungan Trenggalek

Gangguan rantai pasok dan pengetatan kondisi keuangan berpotensi memperparah dampak tersebut.

Jika konflik Timur Tengah memburuk, kondisi keuangan global dan regional dapat semakin mengetat.

Selanjutnya bisa memperparah kerentanan utang di negara dengan leverage tinggi serta menekan investasi dan permintaan eksternal. (BKW)