Ekonomi

Tumbuh Konsisten 14 Persen per Tahun, Industri Baja Nasional Catat Produksi 19 Juta Ton

260
×

Tumbuh Konsisten 14 Persen per Tahun, Industri Baja Nasional Catat Produksi 19 Juta Ton

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI: Produksi baja nasional tumbuh konsisten dengan rata-rata pertumbuhan sekitar 14 persen per tahun. (IST)

INVESTORBISNIS.COM – Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, subsektor industri logam dasar, termasuk baja, menjadi salah satu motor penggerak ekonomi nasional.

Tahun 2025, subsektor industri logam dasar, termasuk baja mencatat pertumbuhan mencapai 15,71 persen.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

“Capaian tersebut didukung oleh meningkatnya permintaan dari sektor infrastruktur, manufaktur, dan industri hilir bernilai tambah,” kata Agus dilansir, Minggu (12/4/2026).

Ia mengungkapkan, tahun 2025 Indonesia menempati peringkat ke-13 produsen baja dunia dengan produksi mencapai sekitar 19 juta ton.

Dalam enam tahun terakhir, produksi baja nasional tumbuh konsisten dengan rata-rata pertumbuhan sekitar 14 persen per tahun.

“Tren peningkatan produksi nasional ini menunjukkan fondasi industri yang semakin kuat, sekaligus membuka ruang yang besar untuk peningkatan kapasitas dan pendalaman industri baja nasional ke depan,” tuturnya.

Namun demikian, Agus menyoroti masih adanya tantangan struktural, seperti rendahnya utilisasi industri baja yang berada di kisaran 52,7 persen, serta defisit pada produk antara dan hilir akibat tingginya impor bahan baku.

Selain itu, tekanan global berupa kelebihan kapasitas baja dunia dan potensi praktik dumping juga menjadi perhatian serius pemerintah.

“Untuk itu, pemerintah telah menyiapkan berbagai strategi penguatan industri baja nasional, antara lain melalui perlindungan pasar, penerapan SNI wajib, kebijakan energi melalui HGBT, penguatan hilirisasi, peningkatan efektivitas kebijakan P3DN, serta pemberian insentif fiskal untuk meningkatkan investasi,” tegasnya.

Chairman The Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA) periode 2026–2030, Muhamad Akbar menyampaikan komitmen pengurus baru untuk memperkuat peran organisasinya sebagai wadah kolaborasi industri baja nasional.

“Kami ingin IISIA menjadi rumah yang solid bagi seluruh pelaku industri baja, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong kemajuan industri nasional. Industri baja bukan hanya sektor ekonomi, tetapi fondasi pembangunan bangsa,” ujarnya

READ  Harga Emas Antam Naik Rp13.000 per Gram, Sentuh Rp2,589 Juta

Ia menambahkan, kepengurusan IISIA periode 2026–2030 akan mengusung visi pengembangan ekosistem industri baja yang “Blue-Green”, yaitu berbasis inovasi sekaligus berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.

Selain itu, IISIA juga berkomitmen untuk memperkuat solidaritas antaranggota dan meningkatkan daya saing industri baja Indonesia di tingkat global.

“Kami percaya, dengan sinergi yang kuat antara pemerintah dan pelaku industri, industri baja nasional tidak hanya mampu berjaya di dalam negeri, tetapi juga disegani di pasar internasional,” ungkapnya. (EQG)