Bisnis

Perkuat Kapasitas Produksi Vaksin, Ini yang Dilakukan Bio Farma

233
×

Perkuat Kapasitas Produksi Vaksin, Ini yang Dilakukan Bio Farma

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI. (IST)

INVESTORBISNIS.COM – PT Bio Farma (Persero) menyiapkan pengembangan kapasitas produksi vaksin dan memperkuat penguasaan teknologi untuk mendukung kemandirian kesehatan Indonesia.

Rencana tersebut dipaparkan dalam Danantara Technology Innovation and Investment Forum (DTIIF) 2026 yang berlangsung pada 26–28 Oktober 2026 di Fairmont, Jakarta.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Dalam forum tersebut, Bio Farma menyampaikan rencana pembangunan fasilitas produksi, hilirisasi hasil penelitian, pemanfaatan teknologi digital, serta peluang kemitraan investasi.

Pengembangan tersebut ditujukan untuk memperkuat kemampuan memenuhi kebutuhan vaksin dalam negeri dan meningkatkan daya saing di pasar global.

DTIIF 2026 mengusung tema Investing in Tomorrow: Advancing Technology, Innovation, and Sustainable Growth dan mempertemukan lebih dari 1.500 peserta dari kalangan industri, investor, lembaga penelitian, perusahaan teknologi, serta mitra strategis global.

Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya, dalam sesi pleno From Laboratory to Industry: How Science Becomes Economic Capability, menekankan bahwa pengembangan industri bioteknologi membutuhkan kerja sama pemerintah, perguruan tinggi, lembaga penelitian, pelaku industri, dan mitra internasional.

Menurut Shadiq, hasil penelitian perlu didukung oleh kesiapan teknologi, fasilitas manufaktur, pembiayaan jangka panjang, dan akses pasar.

Dukungan tersebut diperlukan agar inovasi dapat diproduksi secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Saat ini, Bio Farma memasok 13 dari 14 jenis vaksin dalam Program Imunisasi Nasional, dengan pasokan lebih dari 120 juta dosis setiap tahun. Bio Farma juga telah menjangkau 153 negara dengan total distribusi 86 miliar dosis vaksin sejak 2001.

Untuk meningkatkan kemampuan produksinya, Bio Farma menyiapkan proyek Bio Shield Nusantara.

Dalam sesi Investor Showcase DTIIF 2026, Direktur Riset dan Pengembangan Bio Farma, Dicky Mahardhika Taryono, memaparkan rencana pembangunan fasilitas baru di luar Bandung.

READ  Pengaturan Transportasi Berbasis Platform Digital Perkuat Hubungan Kemitraan antara Pengemudi dan Perusahaan Aplikasi

Fasilitas tersebut dirancang untuk memiliki kapasitas hingga 750 juta dosis vaksin, dengan target mulai menghasilkan produk pada periode 2029–2031.

“Untuk ekspansinya, kami akan mencoba mengembangkan fasilitas di luar Bandung. Posisi kami di Bandung saat ini sudah cukup padat karena berada di tengah kota, sehingga kami mencoba membuka lokasi dan fasilitas produksi baru,” ujar Dicky dikutip Sabtu (31/10/2026).

Bio Farma juga merencanakan revitalisasi fasilitas produksi di kawasan Bandung-Pasteur.

Pengembangan Gedung 12 dan 43 ditargetkan menambah kapasitas sekitar 145 juta dosis, sementara Gedung 34 direncanakan menambah kapasitas sekitar tujuh juta dosis.

Pada 2029, Bio Farma menargetkan dapat memenuhi lebih dari 90 persen kebutuhan vaksin Program Imunisasi Nasional serta mengurangi ketergantungan pada impor produk strategis setidaknya 50 persen. (HPA)