INVESTORBISNIS.COM – Menteri Keuangan (Menkeu), Suahasil Nazara, menegaskan bahwa investasi pada kualitas sumber daya manusia (SDM) perlu dimulai sejak dini untuk mengoptimalkan bonus demografi dan mengantisipasi penuaan penduduk (aging population).
Hal tersebut disampaikan Suahasil dalam World Bank Group Closed-Door Ministerial Roundtable yang mengusung tema “Transforming Demographic Transition into Human Capital Gains and Job Creation” di Bangkok, Thailand, Selasa (13/10/2026).
Suahasil menjelaskan, Indonesia saat ini memiliki sekitar 284 juta penduduk dan diproyeksikan mencapai 325 juta jiwa dalam 20 tahun mendatang.
Namun, besarnya jumlah penduduk tidak serta-merta menjadi keuntungan ekonomi apabila tidak diimbangi dengan kualitas SDM yang memadai.
“Persoalannya bukan pada jumlah penduduk, melainkan kualitas penduduk. Kita tidak bisa hanya berharap kualitas tersebut akan meningkat dengan sendirinya. Kita harus berinvestasi untuk meningkatkannya,” ungkapnya.
Menurut Suahasil, tantangan demografi Indonesia tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan penduduk dan urbanisasi, tetapi juga perubahan struktur usia.
Saat ini, sekitar 12 persen penduduk Indonesia berusia 60 tahun ke atas dan hampir 8 persen berusia 65 tahun ke atas.
Tren ini perlu diantisipasi agar penuaan penduduk tidak diikuti penurunan produktivitas dan peningkatan beban fiskal.
Suahasil menjelaskan bahwa investasi SDM perlu dilakukan sepanjang siklus kehidupan, mulai dari sebelum kelahiran, masa anak-anak, pendidikan, hingga memasuki dunia kerja.
Upaya tersebut penting untuk meningkatkan produktivitas penduduk sekaligus membuka peluang memperoleh manfaat dari bonus demografi kedua (silver dividend).
Yaitu potensi kontribusi ekonomi dari penduduk berusia lanjut yang tetap sehat dan produktif.
“Untuk memperoleh manfaat bonus demografi kedua (silver dividend), kita harus berinvestasi pada kualitas SDM jauh sebelum seseorang memasuki usia lanjut, bahkan sejak sebelum kelahiran, masa anak-anak, pendidikan, hingga memasuki dunia kerja,” jelasnya.
Dari sisi fiskal, Suahasil mengingatkan bahwa penuaan penduduk dengan tingkat produktivitas rendah berpotensi meningkatkan kebutuhan belanja negara sekaligus menekan penerimaan negara.
Oleh karena itu, investasi SDM perlu mempertimbangkan manfaat jangka panjang, meskipun hasilnya tidak dapat dirasakan secara langsung.
Melalui investasi SDM yang berkelanjutan, Indonesia diharapkan dapat memanfaatkan transisi demografi untuk mendorong produktivitas dan penciptaan lapangan kerja, sekaligus memitigasi risiko akibat penuaan penduduk.
Dengan demikian, bonus demografi tidak hanya menjadi peluang pertumbuhan ekonomi, tetapi juga fondasi bagi ketahanan fiskal jangka panjang. (KGT)













