Headline

IHSG Hari Ini Ditutup Melemah 2,59 Persen, Nyungsep di Titik Terendah Dalam 3 Bulan Terakhir

393
×

IHSG Hari Ini Ditutup Melemah 2,59 Persen, Nyungsep di Titik Terendah Dalam 3 Bulan Terakhir

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI. (IST)

INVESTORBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Senin (12/10/2026), ditutup melemah.

Pelemahan dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan ekonomi di tingkat global.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

IHSG ditutup melemah 157,61 poin atau 2,59 persen ke posisi 6.936,15.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 10,77 poin atau 1,79 persen ke posisi 690,90.

Pelemahan ini memperpanjang trend bearish IHSG yang dalam 21 hari perdagangan terakhir IHSG 15 kali berakhir di zona merah dan hanya enam kali menguat.

IHSG tercatat melemah 3 persen dalam sepekan, turun 9,16 persen dalam sebulan, terkoreksi 16,29 persen dalam enam bulan terakhir dan telah anjlok 31,35 persen sejak awal tahun.

Penutupan hari ini tercatat menjadi level terendah IHSG dalam tiga bulan terakhir atau sejak 10 Juli 2026.

“Sentimen negatif berasal dari ketidakpastian di global yang masih tinggi, harga minyak Brent yang masih bertahan di atas 100 dolar AS per barel, kekhawatiran akan potensi capital outflow di pasar obligasi Indonesia, serta berbagai isu mengenai MSCI,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya dikutip dari Antara, Senin (12/10/2026).

Dari mancanegara, pelaku pasar masih mencermati arah suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed, pergerakan yield US Treasury, serta risiko geopolitik yang memicu volatilitas pasar.

Sementara dari sisi geopolitik, kelompok Houthi di Yaman telah melakukan serangan ke wilayah Arab Saudi, termasuk infrastruktur minyak Aramco serta Lapangan Terbang Antarabangsa King Khalid di Riyadh.

Dari dalam negeri, tekanan terhadap Rupiah dan potensi berlanjutnya net foreign sell (aksi jual investor asing) telah membatasi pergerakan IHSG, yang mana rupiah ditutup melemah 0,08 persen ke level Rp 17.899 per dolar AS (USD).

READ  Utang Luar Negeri Indonesia Triwulan I/2026 Tumbuh 0,8 Persen

Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham.

Pada sesi kedua IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, semua atau sebelas sektor melemah yaitu sektor energi turun paling dalam minus 5,88 persen.

Diikuti oleh sektor industri dan sektor infrastruktur yang masing-masing turun sebesar 5,20 persen dan 4,72 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu BIKE, TFCO, ZONE, IFSH, dan MINE. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni CCSI, MBSS, MAPB, PTRO, dan CUAN.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1,85 juta kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 57,73 miliar lembar saham senilai Rp 13,57 triliun.

Sebanyak 118 saham naik 632 saham menurun, dan 213 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Hang Seng menguat 0,25 persen ke posisi 24.271,20, indeks Shanghai menguat 0,43 persen ke posisi 3.797,24, indeks Kospu melemah 3,65 persen ke 6.384,24, dan indeks Straits Times menguat 0,30 persen ke 5.417,96. (SGC)