Bisnis

Nilai Masih Kecil, Indonesia Perkuat Ekspor Fesyen dan Tekstil ke Arab Saudi

349
×

Nilai Masih Kecil, Indonesia Perkuat Ekspor Fesyen dan Tekstil ke Arab Saudi

Sebarkan artikel ini
PAMERAN: Pembukaan Saudi Fashion & Tex Expo 2026 yang dihelat di Jeddah Center for Exhibition & Event, Jeddah, 24-27 September 2026. (IST)

INVESTORBISNIS.COM – Sebanyak 10 perusahaan fesyen dan tekstil Indonesia tampil perdana di Saudi Fashion & Tex Expo 2026.

Salah satu fesyen dan tekstil terbesar di Arab Saudi itu dihelat di Jeddah Center for Exhibition & Event pada 24 hingga 27 September 2026.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Partisipasi Paviliun Indonesia pada pameran tersebut merupakan hasil sinergi Kementerian Perdagangan RI dengan Kedutaan Besar RI Riyadh dan Konsulat Jenderal RI Jeddah.

Atase Perdagangan RI Riyadh, Zulvri Yenni menilai, tampil perdananya perusahaan fesyen dan tekstil Indonesia di Saudi Fashion & Tex Expo 2026 membuka peluang besar bagi promosi produk lokal Indonesia di pasar Arab Saudi.

Ia optimistis produk fesyen dan tekstil unggulan Indonesia akan makin dikenal melalui pameran tersebut.

“Partisipasi perdana Indonesia pada Saudi Fashion & Tex Expo 2026 menjadi momentum untuk mempromosikan produk fesyen dan tekstil Indonesia ke pasar Arab Saudi. Selain itu, ajang ini menjadi kesempatan untuk mengakses pasar negara teluk (Gulf Cooperation Council/GCC), Afrika, dan Eropa,” ujar Zulvri dikutip Minggu (27/9/2026).

Menurut Zulvri, pasar fesyen dan tekstil di Arab Saudi saat ini terus berkembang dan masih terdapat ruang untuk memperluas akses pasar bagi produk Indonesia.

Pada periode Agustus 2025—Agustus 2026, Arab Saudi mengimpor produk fesyen senilai sekitar USD 2,09 miliar dari dunia.

Sementara itu, ekspor produk fesyen Indonesia ke Arab Saudi baru mencapai sekitar USD 17,55 juta atau memiliki pangsa pasar sekitar 0,84 persen.

Kemudian untuk produk tekstil, Arab Saudi mengimpor dari dunia sekitar USD 598,55 juta, sedangkan ekspor Indonesia ke Arab Saudi untuk komoditas tersebut mencapai sekitar USD 12,79 juta dengan pangsa pasar sekitar 2,14 persen.

READ  Misi Dagang Jatim di Arab Saudi Catat Potensi Transaksi Rp 6,7 Triliun, Berikut Produk yang Diminati

Untuk mengoptimalkan potensi pasar, Zulvri menyebut, pelaku usaha Indonesia perlu bahwa memastikan harga, kualitas bahan, dan desain produk mampu bersaing dengan produk dari sejumlah negara pemasok utama seperti Tiongkok, India, Uni Emirat Arab, Mesir, Turki, Jepang, dan Korea Selatan.

“Ketertarikan buyer terhadap Paviliun Indonesia cukup tinggi. Namun, calon buyer masih memerlukan waktu untuk memahami karakter desain dan bahan produk fesyen Indonesia. Sementara itu, untuk produk tekstil, diperlukan pengembangan motif-motif baru dengan harga yang lebih kompetitif dibandingkan produk dari Tiongkok,” ujar Zulvri.

Sepuluh perusahaan Indonesia yang berpartisipasi, yakni Sarinah, Modest Luxe, Crucil, Shifasco, Hikmat, Intanaka, Karina Design, Irna La Perle, PT Yoshi Utama, dan Khanaan.

Kesepuluhnya merupakan hasil seleksi dan kurasi dari 182 perusahaan fesyen, tekstil, aksesori, dan alas kaki dari berbagai daerah di Indonesia pada 10—15 Juli 2026.

Seleksi dilakukan berdasarkan kesiapan ekspor, kualitas produk, serta potensi pengembangan pasar di Arab Saudi. Kurasi tersebut disinergikan Kemendag RI, KBRI Riyadh, dan KJRI Jeddah.

Konsul Jenderal RI Jeddah, Sugiri Suparwan, menyampaikan pidato pembuka sekaligus memimpin seremoni pengguntingan pita peresmian Paviliun Indonesia.

Sugiri menyampaikan, partisipasi Indonesia pada Saudi Fashion & Tex Expo 2026 membuka kesempatan produk-produk Indonesia untuk makin dikenal di pasar Arab Saudi.

“KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah berupaya agar Indonesia dapat terus berpartisipasi pada pameran ini. Harapannya, pameran ini dapat mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan calon mitra dan buyer potensial di Arab Saudi, juga membuka peluang kerja sama perdagangan yang lebih luas,” ujar Sugiri.

Kepala Departemen Pasar Internasional PT Sarinah, Vito Arista Pratama, mengapresiasi Atdag RI Riyadh yang mendukung perusahaannya hingga dapat tampil pada pameran Saudi Fashion & Tex Expo 2026.

READ  Pemerintah Provinsi Jawa Timur Gelar Buka Puasa Akbar, Raih Rekor MURI di Masjid Al-Akbar Surabaya

“Kami berterima kasih kepada Atase Perdagangan Riyadh yang senantiasa memfasilitasi kami, termasuk membantu kami untuk hadir pada pameran ini. Kami juga mendapatkan penerjemah untuk membantu komunikasi dengan pengunjung dan buyer dari timur tengah. Kami berharap, ini jadi kesempatan bagi produk kami bisa dikenal dan diterima di pasar Arab Saudi,” ujar Vito.

Pada Januari—Juli 2026, total perdagangan nonmigas Indonesia dan Arab Saudi tercatat sebesar USD 1,95 miliar.

Ekspor nonmigas Indonesia ke Arab Saudi USD 1,20 miliar dan impor nonmigas Indonesia dari Arab Saudi USD 754,6 juta.

Indonesia mencatatkan surplus perdagangan nonmigas sebesar USD 444,4 juta terhadap Arab Saudi.

Kemudian pada 2025, total perdagangan nonmigas Indonesia dan Arab Saudi tercatat sebesar USD 3,94 miliar.

Ekspor nonmigas Indonesia ke Arab Saudi USD 2,88 miliar dan impor nonmigas Indonesia dari Arab Saudi USD 1,06 miliar. Indonesia mencatatkan surplus perdagangan nonmigas sebesar USD 1,82 miliar.

Komoditas ekspor utama Indonesia ke Arab Saudi, yakni kendaraan dan bagiannya, lemak dan minyak hewani atau nabati, kapal laut, berbagai makanan olahan, serta kayu dan barang dari kayu.

Sementara itu, komoditas utama yang diimpor dari Arab Saudi, yakni garam, belerang, kapur; plastik dan barang dari plastik; bahan kimia organik; berbagai produk kimia; serta buah-buahan. (SGH)